Webinar UMN: Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Informatif dan Positif

Webinar UMN: Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Informatif dan Positif

Webinar UMN: Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Informatif dan Positif (dok. UMN)

 

TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan SMA Tarakanita 2 Pluit mengadakan Webinar bertajuk ‘Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Digital Komunikasi yang Informatif dan Positif’ yang dibawakan oleh Dr. Indiwan Seto Wahjuwibowo selaku dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan diikuti oleh siswa/i kelas X SMA Tarakanita Pluit 2 bersama para guru pembimbing pada Selasa (09/6) via platfrom teleconference Zoom.
Di awal sesi, Indiwan menuturkan mengenai betapa pentingnya di era digital ini untuk kita bijak dalam media sosial (medsos). Medsos adalah bentuk komunikasi secara elektronik di mana para pengguna menciptakan komunitas online dengan tujuan membagi informasi, ide, pesan pribadi, dan sebagainya.
“Anda di era sekarang ini, kalau nggak online, Anda dianggap tidak ada,” tegas Indiwan.

Sesi Pemaparan Materi Webinar (dok. UMN)

Indiwan juga memberikan beberapa fakta tentang medsos di Indonesia. Indonesia memiliki angka pertumbuhan pengguna medsos yang sangat tinggi, berada di urutan ketiga di dunia, setelah Cina dan India. Menurut riset yang dipaparkan, penduduk Indonesia rata-rata menggunakan internet selama 8 jam 36 menit per hari, menempati urutan kelima dunia.
Mereka yang terlahir setelah tahun 1990-an dan setelahnya merupakan penduduk asli dari sebuah dunia yang disebut dunia digital. Sedangkan generasi yang terlahir sebelum 1990 digolongkan sebagai ‘Generasi Digital Immigrants’.
Menurutnya, penggunaan medsos oleh para Digital Natives dapat dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu mencari informasi; berkomuniasi secara virtual; eksplorasi hobi; pengadopsian budaya; fun&entertainment; berbelanja online; atau pun untuk mendapat pelengkap pendidikan seperti e-book, e-journal, dan e-learning.
“Anda generasi Z bahkan menggunakan internet sebagai jalan hidup. Maka Anda semua disebut sebagai ‘Generasi Digital Natives’ yaitu generasi yang lahir pada zaman digital dan berinteraksi dengan peralatan digital pada usia dini,” ungkap Indiwan.
Tidak hanya ada positifnya, teknologi digital juga membawa dampak negatif pada anak, seperti tumbuh menjadi pribadi yang egois dan sulit bergaul;  kesulitan mengenali emosi; perkembangan bahasa pada anak tertunda; hingga perkembangan otak anak menjadi tidak seimbang.
“Ada kelainan yang disebut sebagai NPD atau Narcissistic Personality Disorder. Pada penderita NPD ini biasanya memiliki ciri mengagumi diri sendiri secara berlebihan, menganggap orang lain tidak lebih baik daripada dirinya, lalu ingin menjadi pusat perhatian. Ini perlu hati-hati,” terang Indiwan.

Sesi Pemaparan Materi Webinar (dok. UMN)

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa terdapat gangguan kejiwaan ringan yang timbul akibat medsos, seperti hobi mengintip orang lain atau yang kini sering disebut sebagai ‘kepo’ terhadap seseorang; kemudian ada juga yang disebut sebagai ‘panjat sosial’ yaitu ingin selalu tampil mewah guna menaikkan strata sosial di dunia maya; kecanduan ber-medsos; Internet Asperger Sindrome di mana seseorang dapat berubah sikap antara dunia maya dan nyata; Fear of Missing Out yaitu selalu merasa ingin mengikuti trend di medsos; dan Munchausen Syndrom yaitu gemar mengarang cerita tentang penderitaan hidup diri sendiri di medsos untuk mendapat perhatian orang lain.
“Ciri-ciri anak kecanduan pornografi apa sih, yang pertama senang menyendiri dan tidak lepas dari gadget-nya, malas bergaul dan malas beraktivitas, mudah marah dan tersinggung, pikirannya kacau karena terlalu tertarik mencari materi pornografi, dan tampak sibuk ketika berkomunikasi. Jadi, peran orang tua sangat penting sekali dalam mencegah dan menangani ini,” paparnya.
Adapun tips-tips untuk bijak ber-medsos agar terhindar dari hal-hal negatif dan yang tidak diinginkan, diantaranya verifikasi informasi supaya terhindar dari provokasi dan penyebaran kebencian; tidak memulai konflik di medsos; tidak curhat (curahan hati) masalah pribadi di medsos; tidak sembarangan mengunggah foto anak bayi atau pun anggota keluarga lainnya; serta tidak menyertakan lokasi foto yang sebenarnya untuk menghindari diri dari kemungkinan tindak kejahatan. Selain hal-hal tersebut, etika dan moral sosial juga harus ikut serta diperhatikan dalam ber-medsos agar apa yang kita lakukan di medsos tidak menyinggung atau pun menyakiti orang lain.

Sesi Foto Bersama Webinar UMN (dok. UMN)

Terakhir, Indiwan turut memberikan contoh-contoh positif dari pemanfaatan sosial media, seperti bagaimana membangun personal branding yang baik dengan tujuan menunjukkan citra diri yang unik kepada khalayak di medsos.
Tak hanya sesi pemaparan oleh pembicara, pada kesempatan ini juga dibuka sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para murid dan guru yang berpartisipasi. (VM/CRA)
*by Virino Miracle – Universitas Multimedia Nusantara News Service