Webinar DKV UMN: Belajar Kesalahan Noobs Dari Mahasiswa DKV

Webinar DKV UMN: Belajar Kesalahan Noobs Dari Mahasiswa DKV

Webinar DKV UMN Dosen Talks bertajuk “Tujuh Kesalahan Noobs Mahasiswa DKV” (dok. UMN)

TANGERANG – Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara (DKV UMN) mengadakan Webinar DKV UMN Dosen Talks bertajuk “Tujuh Kesalahan Noobs Mahasiswa DKV: Hal-hal yang Kamu Pikir Kamu Tahu, Tapi Sebenarnya Tidak Tahu Tentang Menjadi Mahasiswa DKV.” Seminar ini diadakan secara daring menggunakan video conference Zoom pada Selasa (23/06).

Dosen Talks kali ini dibawakan oleh Gideon K. Frederick dan Tolentino sebagai dosen Brand Mascot serta Aditya Satyagraha, sebagai dosen Visual Storytelling. Luisa Erica sebagai alumni mahasiswa DKV angkatan 2016 dan Rachelle Irene, mahasiswa DKV 2018 juga ikut berbagi cerita dan pengalaman mereka di acara ini. Acara ini juga diikuti oleh peserta dari beberapa universitas lain dan murid-murid SMA.

Jenjang pendidikan tinggi kerap menghadirkan kesalahan ekspetasi oleh mahasiswa baru jurusan DKV. Kesalahan ekspetasi ini yang harus segera disadari karena akan menyebabkan stereotip yang kurang tepat. “Begadang karena tugasnya banyak dan jam tidurnya terbalik. Berbeda dengan ekspetasi sehingga mata kuliahnya tidak sesuai. Misalnya, mau mata kuliah komik, tapi harus belajar nirmana,” ungkap Lucia memberikan contoh kesalahan ekspetasi tersebut. Lebih lanjut, Lucia menjelaskan bahwa tindakan pindah jurusan dengan alasan kesalahan ekspetasi bukan sebuah solusi yang bijak, sebab secara sia-sia akan membuang waktu dan biaya yang sudah dikeluarkan. Bidang di DKV masih bisa dijelajahi dan disesuaikan dengan minat dan ekspetasi pribadi, ini yang sebaiknya dicari.

Sesi Foto Bersama Peserta Webinar (dok. UMN)

Dalam sesi lain, Gideon yang adalah seorang comic artist memberi tips untuk membedakan lingkup pertemanan dalam dunia perkuliahan. Bedakan lingkup pertemanan untuk study circle (teman atau kelompok belajar) dan untuk social circle (teman bermain). Hal ini akan membuat mahasiswa baru bisa memilih teman yang sesuai dengan kebutuhan. “Ada teman yang bisa diajak bekerja, ada teman yang enak diajak menjadi teman main, ada juga yang dicampur, makanya harus dibedakan, tetapi ada juga yang sama (teman bermain dan teman bekerja) sehingga mereka bisa share the same values,” tambah Aditya.

Manajemen waktu merupakan masalah lain yang kerap terulang bagi sebagian mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang bekerja sambil kuliah. “Untuk mengatasi hal ini, identifikasi apa yang paling penting untuk kesuksesan kamu, fokus pada satu tugas, dan distribusi energi.” saran Tolentino.

Poin terakhir untuk masalah pemula mahasiswa baru adalah rancangan portofolio dan rencana karier. Aditya mengungkapkan, ketika membuat portofolio, semua hal harus dibuat secara detail mulai dari proses hingga karya selesai. Selalu memperbaharui curriculum vitae dan portofolio serta menyimpannya di tempat yang aman seperti cloud. “Intinya, pada dasarnya, kita kerja jadi apapun boleh, tapi jangan setengah-setengah. Dalami dan perbanyak skill tersebut sampai menjadi ahli di bidang tersebut.” ungkapnya. (VH/SN)

*by Velia Hana – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id