UMN Online Animation & Film Making Camp 2020: Fasilitasi Minat Bakat Anak Muda di tengah Pandemi Corona

UMN Online Animation & Film Making Camp 2020: Fasilitasi Minat Bakat Anak Muda di tengah Pandemi Corona

UMN Online Animation & Film Making 2020 (dok. UMN)

TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) – melalui Continuing Education Department (CED) UMN yang berkolaborasi dengan Program Studi Film & Animasi, Fakultas Seni & Desain UMN – kembali menyelenggarakan Animation & Film Making Camp pada tanggal 06 – 11 Juli 2020 secara online (daring).

Tujuan utama kegiatan ini adalah memfasilitasi minta bakat siswa sekolah, baik SMP / SMA, maupun calon mahasiswa baru dan peserta umum, dengan kegiatan yang menyenangkan (fun) namun tetap edukatif, kreatif, dan inovatif (menghasilkan karya).

Kepala Program Studi Film & Animasi UMN, Kus Sudarsono, S.E., M.Sn, mengungkapkan melalui pelaksanaan acara ini, UMN membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mencicipi proses pembuatan film maupun animasi; menuturkan sebuah cerita dengan menjadi film karya sendiri adalah hal yang membanggakan.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua peminatan, yaitu animasi daring (Online Animation Camp) dan pembuatan film daring (Online Film Making Camp). Para peserta belajar membuat animasi dua dimensi dan tiga dimensi di camp Animasi, sedangkan pada kelas pembuatan film, peserta belajar tiga tahap produksi film, yaitu Pre Production, Production, dan Post Production.

“Pembuatan sebuah film adalah penggabungan dari berbagai cabang seni menjadi sebuah seni yang harmonis; film yang baik adalah film yang mampu menggerakkan emosi para penontonnya. Filmmaker yang baik akan menyampaikan pesan dan perasaannya melalui karya film yang dihasilkan”, tutur Kus Sudarsono yang juga akrab disapa Pak Dodo ini.

Peserta UMN Animation&Film Making Camp (dok. UMN)

Kegiatan UMN Online Animation & Film Making Camp 2020 ini diikuti oleh peserta dari dalam dan luar kota, antara lain dari SMAN 5 Balikpapan, SMA BINUS, SMK Paramitha 1 Jakarta Timur, SMA Tunas Muda Jakarta Barat, SMA Santa Ursula BSD, SMP Yoannes XXIII Semarang, SMA Stella Maris BSD, SMA UPH College Tangerang, SMA Nurul Fikri Depok, SMP Al-Azhar 36 Bandung, SMA Pelangi Kasih Jakarta Utara, SMA Islam Sinar Cendekia Tangerang Selatan, serta peserta umum/ publik dari lulusan Deakin University Melbourne dan seorang freelancer (pekerja paruh waktu).

Sesi Animation&Film Making Camp (dok. UMN)

Pada acara puncak screening (pemutaran karya) dan penutupan kegiatan, Sabtu (11/07), Andrey Andoko selaku Wakil Rektor II UMN dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan yang diikuti seperti ini tentu menjadi sebuah kegiatan yang produktif di tengah situasi pandemi yang memprihatinkan saat ini; peserta belajar sesuatu, menghasilkan suatu karya yang tentunya berguna, dan harapannya agar keikutsertaan peserta semua bisa memberikan suatu pengalaman, suatu kemampuan. Ia pun menambahkan jika peserta ingin berkarir di bidang Film & Animasi tentu prospeknya akan baik karena level keahliannya dibutuhkan tidak hanya secara nasional tetapi juga internasional.

Bharoto Yekti, salah seorang dosen Animasi UMN yang mewakili Program Studi Film&Animasi dalam sambutannya mengatakan bahwa di acara Animation & Film Camp di tahun ke-3 ini, inti tujuan kegiatan ini masih sama, mengajak waktu liburan dan waktu luangnya untuk belajar dan melakukan langsung peran-peran apa saja di industri film dan animasi, seperti membuat script, storyboard, walking cycle, bouncing ball, facial expression, dan lain-lainnya namun di tahun 2020 ini ada yang beda.

“Situasi pandemi ini yang biasanya tatap muka menjadi online. Ini menjadi bonus karena mensimulasikan apa yang akan terjadi di masa mendatang; bekerja dari rumah, bekerja dengan pihak-pihak di luar negeri. Dengan online ini juga nanti di masa depan untuk kesempatan go international juga semakin terbuka. Karya peserta ini juga luar biasa karena hanya dipelajari dalam waktu lima hari dan teman-teman patut bangga!”, ungkapnya.

Sesi Animation&Film Making Camp (dok. UMN)

Johannes T. Boro selaku Manajer Continuing Education Department (CED) UMN pun mengungkapkan ucapan terima kasih kepada orangtua yang sudah mempercayakan putra dan putrinya mengikuti kegiatan ini.

“Semoga mendapatkan manfaat yang baik dengan program ini Animation & Film Making Camp 2020 ini. Mudah-mudahan ini bisa jadi suatu bekal bagi teman-teman yang mungkin nanti lanjut ke UMN bisa menjadi dasar dan bagi teman-teman lain bisa mengembangkan secara pribadi”, tambahnya.

Sesi Animation&Film Making Camp (dok. UMN)

Kegiatan dilanjutkan dengan menampilkan karya-karya dari para peserta yang ditayangkan secara online dengan aplikasi ZOOM di hadapan orangtua, para peserta dan dosen-dosen pembimbing. Peserta Animation Camp menampilkan karyanya dari hari pertama sampai dengan hari kelima yang berupa final project, antara lain berupa ilustrasi digital, lipsync, animasi dua dimensi, animasi tiga dimensi, dan lainnya yang dikerjakan secara individu. Adapun peserta Film Making Camp menampilkan karya film pendek yang dikerjakan secara individu pula.

 

Continuing Education Department (CED) UMN juga memberikan penghargaan bagi Peserta Terbaik (Best Participant). Penghargaan Peserta Terbaik dari Animation Camp 2020 diberikan kepada Fiovierro Ferdian Akbar (SMK Paramitha 1 Jakarta Timur) dengan kriteria penilaian memiliki kualitas artwork dan konsep yang baik dalam mengaplikasikan tugas-tugasnya, selalu on time dalam kehadiran dan pengumpulan tugas. Adapun penghargaan Peserta Terbaik dari Film Making Camp 2020 diberikan kepada Maria Darlene (SMA Santa Ursula BSD Tangerang Selatan) dengan kriteria penilaian selalu tepat waktu dalam pengumpulan tugas, selalu mempersiapkan apa yang harus diasistensikan dengan rapi, dan berhasil mengaplikasikan semua yang diajarkan ke dalam karyanya dengan baik.

Menariknya pada tahun ini, ada tambahan penghargaan Honorable Mention yang diberikan kepada peserta yang walaupun tidak menempati sebagai peserta terbaik, mereka memberikan kualitas kerja dan karya yang baik. Peserta yang mendapatkan penghargaan Honorable Mention dari Animation Camp 2020 adalah Nio Marcheline Metta Suryanto (SMAN 5 Balikpapan) atas dasar kegigihan dalam mengulik software dan tugas-tugas setiap harinya, antusiasme selama mengikuti kelas, dan memberikan lebih dari apa yang diminta. Adapun peserta yang mendapatkan penghargaan Honorable Mention dari Film Making Camp 2020 adalah Roberto Djaja Pribadi (freelancer) atas dasar aktif bertanya (baik di kelas online maupun di luar kelas online), selalu berusaha mengulik apa yang diajarkan, dan gigih dalam menyelesaikan tugas setiap hari. (RTA/RK)

* by Restia Tities Asmawarini – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi  InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer  | Teknik Elektro  | Teknik Fisika  | Akuntansi  | ManajemenKomunikasi Strategis  | Jurnalistik  | Desain Komunikasi Visual  | Film dan Animasi  | Arsitektur  | D3 Perhotelan  | Program Internasional , di  Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.i