Pentingnya Material Knowledge dalam Arsitektur

Pentingnya Material Knowledge dalam Arsitektur

Peserta Webinar “Mind the Ignored Element” (dok. UMN)

TANGERANG – Dunia arsitektur tidak hanya perihal kemampuan mendesain melainkan juga perihal pengetahuan akan material yang digunakan, baik untuk desain interior maupun eksterior. Inilah yang ingin disampaikan dalam web seminar (webinar) Program Studi Arsitektur Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama PT Granitoguna Building Ceramics pada Jumat (15/5).

Interior Designer PT Granitoguna Building Ceramics Teuku Aulia Rahman mengatakan jenis material desain sangat penting untuk dipelajari, bahkan sejak menduduki bangku perkuliahan. Ini dikarenakan setiap material desain akan memiliki ragam karakteristik dan fungsi.

Ada beberapa contoh material desain seperti kayu, batu alam, bata ekspos, Alumunium Composite Panel (ACP), cat, papan semen, keramik, dan masih banyak lagi. Namun, menurut Teuku Aulia, elemen-elemen ini justru kerap diabaikan saat mendesain.

“Terutama sebagai mahasiswa, sejujurnya kami menyesal karena waktu mahasiswa kami mengabaikan ini dan terbawa sampai dunia kerja. Jadi, kayak di dunia kerja, kami harus belajar ulang lagi untuk elemen-elemen ini,” papar Teuku Aulia saat sharing session via ZOOM.

Teuku Aulia Rahman Saat Sharing Session (dok. UMN)

Teuku Aulia pun menjelaskan dampak minimnya pengetahuan material desain, seperti kehilangan pelanggan, bahkan membahayakan keselamatan pelanggan.

Setuju dengan pendapat tersebut, Junior Architect PT Granitoguna Building Ceramics Sari Rahmawati pun mengatakan hal itu akan lebih berisiko pada desain area basah-toilet, dapur.

“Kesalahan pemilihan material dalam desain dapat menyebabkan risiko tergelincir pada bagian tersebut dan membahayakan keselamatan, serta dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur atau pelapis permukaan material tersebut. Oleh karena itu, ketika kita mendesain, area basah khususnya, pemilihan material yang dapat kita pilih pertama adalah memisahkan area basah dan kering, pakai tile (ubin) yang enggak licin,” jelas Sari.

Untuk mengenal karakteristik ragam material desain, Teuku Aulia menyarankan beberapa tips seperti menjelajah (browsing) di internet dan mengikuti ragam pameran terkait bahan ataupun teknologi bangunan, contohnya Indonesia Building Technology (IBT).

“Itu bener-bener kesempatan banget buat kalian belajar. Jujur dulu saya juga belajar dari situ. Di setiap booth itu ada penjelasan berapa kekuatannya, jadi kita bisa belajar apa keunggulan (materialnya),” ujar Teuku Aulia.

Sebelumnya, pada sesi awal webinar ini telah dijelaskan karakteristik mendetail dari salah satu material desain, yaitu keramik. Materi ini dipaparkan oleh Specifier PT Granitoguna Building Ceramics, Genta Swara Mahardhika – ahli dalam spesifikasi keramik dan teknis pemasangannya. PT Granitoguna Building Ceramics adalah produsen keramik dan anak perusahaan Djabesmen Co. yang bergerak di industri bahan bangunan.

Terkait penyelenggaraan webinar ini, Ketua Program Studi Arsitektur UMN Hendrico Firzandy Latupeirissa berharap bisa menjadi bekal untuk berpraktik sebagai arsitek.

“Saya berharap seluruh peserta, baik umum maupun mahasiswa Arsitektur UMN dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini, sebagai bekal untuk mengerjakan tugas-tugas studio maupun ketika berpraktik sebagai arsitek,” tutup Hendrico. (MC/CRA)

*by Melinda Chang-Universitas Multimedia Nusantara News Service

 

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id