BANDIT (Bincang Editing): Bobblehead Editing Technique

BANDIT (Bincang Editing): Bobblehead Editing Technique

BANDIT (Bincang Editing): Bobblehead Editing Technique. (dok.UMN)

TANGERANG – “Digital Imaging adalah seni menggabungkan gambar yang mulai dilakukan pada tahun 60-70an. Seni dalam mendesain ini awalnya digunakan dalam dunia advertising atau periklanan,” ungkap Darfi Rizkavirman selaku Koordinator Laboratorium Fakultas Seni Desain Universitas Multimedia Nusantara yang memoderatori Webinar bertajuk “Bincang Editing : Bobblehead Editing Technique” yang diadakan pada Jumat, 24 Juli 2020.

Pembicara dari Webinar ini adalah alumni jurusan Desain Komunikasi Visual yaitu Bowen Sutanto, S.Ds selaku Senior Digital Artist dari Morning Dinner Studio. Moderator acara ini, Darfi Rizkavirwan yang merupakan Dosen DKV UMN dan Koordinator Laboratorium FSD UMN juga memberikan presentasi dengan subtopik “The Role of Digital Imaging”.

Awal pemaparan  materi mengenai “The Role Digital Imaging”, Rizkavirwan menjelaskan secara singkat bagaimana peran Digital Imaging dalam mendukung karya fotografi, memperbaiki dan optimalisasi visualisasi. “Digital Imaging dapat dibagi menjadi dua unsur yaitu retouch dan manipulasi. Kelebihan dari Digital Imaging adalah mendukung proses desain, rekayasa dan manipulasi gambar yang tidak dapat dilakukan foto biasa,” jelas Rizkavirwan.

Digital Imaging juga dapat diterapkan dalam beberapa teknik desain, salah satunya adalah Bobblehead Editing Technique. “Teknik Bobblehead adalah teknik editing gambar dengan membuat bagian tubuh objek seakan membesar. Sehingga memberikan kesan lucu dan menarik pada gambar. Dalam konteks ini tujuan bobblehead biasanya untuk membuat iklan.” jelas Bowen yang kini bekerja di Morning Dinner Studio.

Praktik Bobblehead Editing Technique. (dok.UMN)

Setelah memaparkan materi singkat, Bowen membagikan cara mudah untuk melakukan teknik Bobblehead Editing. Sebelum acara berlangsung panitia sudah memberikan foto-foto untuk diedit. Sehingga peserta webinar dengan total kurang dari 30 orang dapat mempraktikan teknik editing Bobblehead dengan software Photoshop.

“Menerapkan Bobblehead Editing Technique membutuhkan kesabaran karena banyak detail yang tidak boleh dilupakan. Kita dapat belajar mengkoreksi warna, memotong gambar, dan bagaimana cara memaksimalkan penggunaan alat pada software photoshop. Tentu semua itu  harus dilakukan berulang kali dan perlu latihan,” ungkap Bowen sembari menyapa akrab mantan dosennya. Sembari mempraktikan Bobblehead Editing, Bowen membagikan tips dan trik untuk bekerja sebagai Digital Artist. Ia juga memaparkan bagaimana pengalaman bekerja dengan agensi, klien perusahaan dan fotografer.

“Dengan diadakan webinar ini, harapannya kita dapat mempelajari teknik dasar Digital Imaging dan penggunaan tools pada photoshop melalui Bobblehead Editing Technique,” tutup Rizkavirwan mengakhiri sesi webinar Bandit – Bincang Edit episode pertama ini. (AN/SN)

By Adonia Naya – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi  Informatika | Sistem Informasi  | Teknik Komputer  | Teknik Elektro  | Teknik Fisika  | Akuntansi  | Manajemen | Komunikasi Strategis  | Jurnalistik  | Desain Komunikasi Visual  | Film dan Animasi  | Arsitektur  | D3 Perhotelan  | Program Internasional , di  Universitas Multimedia Nusantara . www.umn.ac.id