Bincang Hangat Bersama Rektorat UMN

Bincang Hangat Bersama Rektorat UMN

Bincang Hangat Bersama Rektorat UMN (dok. UMN)

TANGERANG – Dewan Keluarga Besar Mahasiswa (DKBM) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama dengan Kemahasiswaan UMN menyelenggarakan acara “BINCANG HANGAT” bersama jajaran Rektorat UMN dalam rangkaian Student Aspiration Week pada Jumat (08/5) via platform teleconference Zoom.

Sambutan Rektor UMN, Dr. Ninok Leksono Dalam Acara Bincang Hangat (dok. UMN)

Sesi Bincang Hangat ini dibuka dengan sambutan singkat oleh Rektor UMN,  Ninok Leksono. Dalam sambutannya, Ninok menyampaikan pandangannya terkait kondisi pandemi COVID-19 saat ini yang berdampak pada setiap kegiatan manusia termasuk sektor pendidikan. Ninok juga menyampaikan sambutannya tentang acara Bincang Hangat ini.

“Semoga dialog yang kita selenggarakan sore ini bermanfaat, Rektorat mendengar langsung aspirasi dari mahasiswa dan mahasiswa dapat mendengar penjelasan langsung mengenai akademik, administrasi, dan mengenai kebijakan lain yang diharapkan memperjelas situasi. Semoga bermanfaat. ” sambut Ninok.

Gilbert Benardy selaku Ketua Acara Student Aspiration Week (SAW) memaparkan bahwa acara ‘Bincang Hangat’ ini merupakan rangkaian dari acara SAW.

“Di dari Student Aspiration Week ini mahasiswa bisa memberikan aspirasi kepada DKBM yang kemudian akan kami olah dan sampaikan kepada Rektorat. Dalam SAW sendiri terdapat rangkaian acara yang bernama ‘Bincang Hangat’. Acara ini adalah acara penutup dari SAW. Semoga dengan adanya ‘Bincang Hangat’ kita dapat menambah pengetahuan mengenai permasalahan seputar perkuliahan,” sambut Gilbert.

Terdapat enam topik inti yang diperbincangkan dalam Bincang Hangat ini, yaitu kualitas dosen; penggunaan aplikasi Zoom untuk perkuliahan daring; biaya perkuliahan di masa pandemi; kebijakan Semester Antara; kebijakan pemerintah tentang Kampus Merdeka; dan terkait sistem UAS daring.

DKBM juga menyampaikan aspirasi terkait biaya kuliah dari para mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi karena terdampak masa pandemi ini.

Aspirasi ini kemudian dijawab oleh Andrey. Andrey mengungkapkan tengah menyiapkan beberapa skema pembayaran kuliah bagi mahasiswa UMN bagi mahasiswa yang terdampak pandemi COVID-19.

“Kami sedang menyiapkan beberapa skema pembayaran kuliah, dapat dikatakan sebagai kelonggaran pembayaran. Sehingga untuk mahasiswa yang terdampak, diharapkan dengan adanya kejadian ini lalu tidak sampai terhenti kuliahnya.  Pengajuan dapat dilakukan melaluiStudent Service,” jawab Andrey.

Terkait  kebijakan Semester Antara (sebelumnya Semester Pendek), Andrey menjelaskan bahwa menurut aturan dari pemerintah, Semester Antara memungkinkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah baru, tidak harus mata kuliah yang mengulang. Menurut beliau, aturan tersebut lebih menguntungkan bagi mahasiswa dari segi fleksibilitas dan efisiensi waktu.

Friska Natalia selaku Wakil Rektor bidang Akademik UMN (dok. UMN)

Beralih ke topik terkait kebijakan pemerintah tentang Kampus Merdeka, Friska Natalia selaku Wakil Rektor bidang Akademik UMN menjelaskan bahwa pihak UMN sedang berdiskusi untuk kurikulum Kampus Merdeka semaksimal mungkin dimana nantinya tidak memberatkan mahasiswa.

“Diharapkan nantinya mahasiswa dapat memilih opsi yang sesuai dengan passion-nya masing-masing. Saat ini masih dalam proses penggarapan, rencananya memang kurikulum ini baru tahun depan untuk penerapannya,” jelas Friska.

Ika Yanuarti selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan juga menyampaikan bahwa kegiatan dari kurikulum Kampus Merdeka nantinya  akan dipertimbangkan sebagai bobot yang dapat dikonversikan menjadi bobot SKS reguler.

Dalam acara ini, berapa mahasiswa menyampaikan aspirasinya terkait mekanisme UAS secara daring. Mereka juga mempertanyakan pihak kampus dalam mengantisipasi kemungkinan permasalahan kondisi jaringan internet ataupun server UMN.

“Kita juga selalu mempelajari apa yang menjadi kekurangan, seperti ketika UTS daring sebelumnya banyak mahasiswa yang menghubungi IT Help Desk atau online center via email. Oleh karena itu, sekarang kita provide dengan live chat. Diharapkan akan lebih cepat untuk mekanismenya,” jawab Friska.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab langsung antara mahasiswa dengan Rektorat. Beberapa mahasiswa sangat antusias menyampaikan aspirasinya, diantaranya terkait kelengkapan perpustakaan UMN, kebijakan struktur biaya Semester Antara, pengurusan absensi di masa perkuliahan daring,  dan lain sebagainya.

Sesi pertemuan ini diakhiri dengan ucapan penutup dari Rektor UMN Ninok Leksono dan perwakilan dari pihak DKBM. (VM/RK)

 

*by Virino Miracle – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id