
Seberapa Lengkap Fasilitas Lab Komputer di UMN? Yuk Cek!
Juli 13, 2026
Apa Bedanya Manajemen dan Akuntansi di UMN? Saya Cocok Masuk yang Mana?
Juli 13, 2026Di era digital, teknologi semakin mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis. Mulai dari menganalisis perilaku pelanggan, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan, hingga mengambil keputusan bisnis, semuanya kini banyak didukung oleh data dan teknologi.
Hal ini membuat banyak calon mahasiswa bertanya, “Kalau saya masuk Program Studi Manajemen atau Akuntansi di UMN, apakah saya juga akan belajar AI, data analytics, atau coding?”
Pertanyaan ini sangat wajar. Banyak yang menganggap teknologi hanya dipelajari oleh mahasiswa Informatika atau program studi teknik. Padahal, dunia bisnis saat ini juga membutuhkan lulusan yang mampu memahami dan memanfaatkan teknologi dalam pekerjaannya.
Lalu, bagaimana kurikulum Fakultas Bisnis Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjawab kebutuhan tersebut?
Mengapa mahasiswa bisnis perlu memahami AI dan data?
Jika dulu keputusan bisnis lebih banyak didasarkan pada pengalaman atau intuisi, kini perusahaan semakin mengandalkan data untuk menentukan strategi.
Misalnya, perusahaan dapat menggunakan AI untuk memprediksi tren pasar, menganalisis kebiasaan konsumen, atau membantu meningkatkan efisiensi operasional. Tim keuangan memanfaatkan teknologi untuk mengolah data secara lebih cepat, sementara tim pemasaran menggunakan data analytics untuk memahami efektivitas kampanye yang dijalankan.
Artinya, lulusan Manajemen maupun Akuntansi tidak cukup hanya memahami teori bisnis. Mereka juga perlu memiliki literasi digital agar mampu bekerja dan mengambil keputusan di lingkungan bisnis yang terus berkembang.
Apakah mahasiswa Manajemen atau Akuntansi harus bisa coding?
Tidak.
Mahasiswa Fakultas Bisnis UMN tidak dipersiapkan menjadi programmer atau software developer. Fokus pembelajarannya tetap berada pada bidang bisnis, manajemen, dan akuntansi.
Teknologi dipelajari sebagai alat pendukung yang membantu mahasiswa memahami bagaimana perusahaan memanfaatkan AI, data, dan sistem digital untuk menyelesaikan berbagai tantangan bisnis.
Dengan kata lain, tujuan pembelajarannya bukan agar mahasiswa mampu membangun aplikasi, melainkan agar mereka mampu bekerja sama dengan teknologi dan memanfaatkannya untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik.
Lalu, bagaimana dengan data analytics?
Di dunia bisnis modern, data merupakan salah satu aset paling berharga.
Perusahaan mengumpulkan berbagai informasi, mulai dari data pelanggan, penjualan, hingga kondisi pasar. Namun, data tersebut baru akan memberikan manfaat jika mampu dianalisis dengan tepat.
Karena itu, kemampuan memahami dan menginterpretasikan data menjadi kompetensi penting bagi lulusan Manajemen maupun Akuntansi.
Melalui pemahaman data analytics, mahasiswa belajar melihat pola, mengidentifikasi peluang, mengevaluasi kinerja, hingga mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih objektif.
Inilah salah satu alasan mengapa kemampuan analitis menjadi semakin dibutuhkan oleh berbagai industri.
Mengapa kurikulum bisnis juga mengikuti perkembangan teknologi?
Perubahan teknologi tidak hanya terjadi di perusahaan teknologi. Hampir semua sektor industri kini mengalami transformasi digital.
Seorang manajer perlu memahami bagaimana AI dapat membantu meningkatkan produktivitas tim. Seorang akuntan harus mampu bekerja dengan sistem keuangan digital. Seorang wirausahawan juga perlu memahami bagaimana memanfaatkan data untuk membaca peluang pasar.
Karena itu, Fakultas Bisnis UMN mengembangkan kurikulum yang tidak hanya membangun pemahaman bisnis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Tujuannya adalah mencetak lulusan yang mampu berpikir strategis, mengambil keputusan berbasis data, serta siap menghadapi perubahan dunia bisnis yang semakin dinamis.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar apa yang terjadi di dunia bisnis, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi dan inovasi yang memberikan nilai tambah.
Jadi, apakah teknologi menggantikan kemampuan bisnis?
Justru sebaliknya.
Teknologi membantu mempercepat proses kerja dan menyediakan informasi yang lebih akurat. Namun, keputusan bisnis tetap membutuhkan kemampuan manusia untuk menganalisis situasi, mempertimbangkan risiko, bernegosiasi, memahami kebutuhan pelanggan, serta menentukan strategi yang tepat.
Karena itu, perusahaan tetap membutuhkan lulusan yang memiliki kombinasi antara pemahaman bisnis, kemampuan berpikir kritis, dan literasi digital.
Inilah kompetensi yang semakin dicari di dunia kerja.
Kesimpulan
Mahasiswa Manajemen maupun Akuntansi UMN memang akan diperkenalkan pada pemanfaatan AI, data analytics, dan teknologi digital sebagai bagian dari perkembangan dunia bisnis. Namun, pembelajarannya tidak bertujuan menjadikan mahasiswa sebagai programmer, melainkan membekali mereka dengan kemampuan memanfaatkan teknologi untuk mendukung analisis dan pengambilan keputusan bisnis.
Di Fakultas Bisnis UMN, mahasiswa dipersiapkan menjadi calon business leader yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memanfaatkan data secara strategis, dan menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri. Jadi, jangan ragu untuk berdiskusi langsung dengan Education Consultant (EC) UMN. Tim EC siap membantu kamu memahami perbedaan setiap program studi, menjelaskan kurikulum, hingga memberikan rekomendasi yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan tujuan karier kamu. [Kontak EC Disini!]
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.





