
UMN Sustainability Week 2026 Angkat Tema Beyond 2030, Siapkan Langkah Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Oktober 30, 2026
Tim UMN bersama dosen pendamping usai meraih Juara 3 BMN 2026. (Dok. UMN)
TANGERANG – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berhasil meraih Juara 3 dalam Business Management National Competition (BMNC) 2026 melalui kategori Business Creation. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Forum Manajemen Indonesia (FMI) ini memasuki babak final pada 20 Oktober 2026 di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga.
Tim UMN terdiri dari Peter Huang dari Program Studi Manajemen angkatan 2024 sebagai Chief Executive Officer (CEO), M. Faiq Hakim U. H. dari Program Studi Sistem Informasi angkatan 2023 sebagai Chief Technical Officer (CTO), serta Mirabell Stacy Quan dari Program Studi Desain Komunikasi Visual angkatan 2024 sebagai Chief Design Officer (CDO). Selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung, tim ini dibimbing oleh Nosica Rizkalla, S.E., M.Sc. Ia saat ini menjabat sebagai dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Manajemen di Fakultas Bisnis, Universitas Multimedia Nusantara.
Dalam kompetisi tersebut, tim UMN mengusung ide bisnis berupa platform business-to-business (B2B) berkonsep asset-light untuk menstandarisasi mutu rumput laut kering di Indonesia. Platform ini dirancang untuk menghubungkan koperasi pesisir dengan pabrik pengolahan melalui sistem penilaian kualitas atau grading yang terstandarisasi. Melalui model tersebut, petani rumput laut diharapkan memperoleh harga jual yang lebih adil berdasarkan kualitas hasil panen.
Peter menjelaskan bahwa ide bisnis tersebut merupakan pengembangan dari gagasan yang sebelumnya telah dibawa tim ke kompetisi lain. Model bisnis ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi petani dan industri pengolahan rumput laut. Petani kerap menerima pendapatan rendah karena hasil panen dibeli berdasarkan berat tanpa mempertimbangkan kualitasnya. Sementara itu, pabrik pengolahan menghadapi biaya tambahan untuk menyortir ulang bahan baku yang masih kotor atau memiliki kadar air tinggi.
Keunggulan bisnis tersebut terletak pada model operasional yang memanfaatkan jaringan koperasi pesisir yang telah tersedia, alih-alih membangun fasilitas fisik baru. Inovasi ini menggabungkan sistem grading terstandarisasi dengan model pendapatan B2B melalui komisi transaksi dan biaya langganan aplikasi bagi pabrik. Tim juga merancang skema pembagian hasil dengan koperasi desa sebagai bentuk pemberdayaan.
Peter menegaskan bahwa petani tidak perlu menggunakan aplikasi secara langsung untuk mengikuti mekanisme bisnis tersebut.
“Petani hanya perlu menyetor hasil panen ke koperasi desa seperti biasa, dan langsung dibayar lebih tinggi sesuai kualitas tanpa perlu beradaptasi dengan aplikasi apa pun,” jelas Peter.
Menurutnya, mekanisme ini menjadi bagian penting dari model bisnis yang mereka tawarkan. Teknologi digunakan untuk membantu proses standarisasi kualitas dan menghubungkan koperasi dengan pabrik, tanpa menambah tuntutan adaptasi teknologi bagi petani.
Dalam mempersiapkan kompetisi, tim tidak memulai ide bisnis dari awal, melainkan mengembangkan dan menyempurnakan gagasan yang sebelumnya telah mereka bawa ke kompetisi lain. Persiapan difokuskan pada pendalaman strategi pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lapangan, serta pemahaman regulasi. Tim juga mengalokasikan sebagian besar waktu untuk melakukan simulasi tanya jawab (QnA) agar mampu mempertahankan argumentasi bisnis di hadapan dewan juri.

Tim UMN menerima penghargaan (Dok. UMN)
Proses tersebut tidak lepas dari tantangan manajemen waktu. Jadwal final dan latihan presentasi bertepatan dengan periode Ujian Tengah Semester (UTS), sementara salah satu anggota tim juga sedang menjalani tahap pengerjaan skripsi.
“Tantangan terberatnya adalah manajemen waktu. Persiapan final dan latihan presentasi ini bertepatan langsung dengan periode Ujian Tengah Semester (UTS) dan ada yang sedang dalam tahap skripsi,” ungkap Peter.
Kondisi tersebut menuntut setiap anggota untuk membagi waktu antara kewajiban akademik dan persiapan kompetisi. Meski demikian, tim berhasil menyelesaikan proses persiapan dan meraih posisi ketiga dalam kompetisi tersebut.
Selain menjadi pencapaian bagi tim, kompetisi ini juga memberikan pembelajaran mengenai pentingnya menyampaikan ide bisnis secara jelas dan mudah dipahami. Peter mengungkapkan bahwa salah satu juri sempat salah memahami mekanisme bisnis mereka dengan mengira petani harus menggunakan aplikasi secara langsung. Hal tersebut menjadi evaluasi bagi tim untuk menjelaskan model bisnis B2B yang kompleks dengan lebih lugas.
“Dari situ kami belajar bahwa model bisnis B2B yang kompleks harus dipresentasikan dengan lebih lugas agar audiens langsung memahami intinya sejak awal,” ujar Peter.
Peter menyampaikan bahwa tim merasa bangga dan bersyukur atas hasil yang diraih setelah menjalani proses persiapan selama hampir dua bulan.
“Tentu kami sangat bangga dan bersyukur karena jerih payah kami tidak sia-sia selama perjuangan selama hampir dua bulan,” tuturnya.

Foto bersama seluruh penerima penghargaan (Dok. UMN)
Meski belum berencana merealisasikan bisnis tersebut dalam waktu dekat karena masih memprioritaskan penyelesaian studi, tim telah mempersiapkan perhitungan finansial dan operasional sebagai dasar kelayakan bisnis. Mereka juga terbuka terhadap peluang pendanaan dari angel investor maupun pendanaan tahap awal (seed funding) apabila terdapat kesempatan untuk mengembangkan gagasan tersebut menjadi usaha nyata.
Ke depan, tim berharap semakin banyak mahasiswa UMN yang berani mengikuti kompetisi akademik, meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya. Menurut mereka, kompetisi menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di kelas dalam situasi nyata. Khususnya dalam kompetisi perencanaan bisnis, mahasiswa juga diharapkan tidak hanya menguasai materi presentasi, tetapi memahami aspek operasional bisnis secara mendalam agar lebih siap menghadapi pertanyaan dan evaluasi dari dewan juri.
By Manuela Salomonsz | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




