Kenapa Pilih Informatika UMN untuk Kuliah Cyber Security dan AI?
Oktober 13, 2026
Mahasiswa wajib belajar AI for Cybersecurity di era digital. (Sumber:Unsplash/FlyD)
Bayangkan kamu menerima panggilan video dari atasan. Wajahnya dan suaranya sama persis dengan atasanmu, dan ia meminta transfer dana dengan mendesak. Beberapa hari kemudian baru ketahuan bahwa orang di layar itu tidak pernah ada.
Kasus seperti ini sudah terjadi. Pada 2024, seorang karyawan perusahaan teknik Arup di Hong Kong mentransfer sekitar 25 juta dolar AS setelah mengikuti rapat video yang seluruh pesertanya adalah deepfake.
Serangan siber tidak lagi hanya soal email mencurigakan dengan tata bahasa berantakan. AI membuat penipuan terdengar rapi, personal, dan meyakinkan.
Baca juga: Manfaatkan AI Sebagai Peluang dan Inovasi dalam Dunia Kerja, Bukan Sebagai Ancaman
Ancaman Siber Kini Ikut Memakai AI
Ada beberapa pola yang mulai sering terlihat:
- Phishing yang dipersonalisasi. Model bahasa bisa menulis email dalam bahasa Indonesia yang natural dan meniru konteks pekerjaan korban.
- Deepfake suara dan video. Rekaman beberapa detik sudah cukup untuk membuat tiruan suara seseorang.
- Malware yang lebih adaptif. Kode berbahaya dapat dimodifikasi berulang kali agar lebih sulit dikenali oleh sistem keamanan.
- Serangan terhadap sistem AI itu sendiri. Prompt injection dan data poisoning menyerang model yang digunakan perusahaan, bukan servernya.
Artinya, mempelajari keamanan siber hari ini tidak bisa dipisahkan dari memahami cara kerja AI.
Mengapa Belajar AI for Cybersecurity Jadi Penting?
Pentingnya belajar AI for Cybersecurity di era digital bukan hanya karena ancamannya berubah, tetapi juga karena pertahanannya ikut berubah.
Volume serangan terlalu besar untuk dipantau manual. AI dipakai untuk mendeteksi anomali pada trafik jaringan, menandai aktivitas login yang tidak wajar, dan mempercepat respons ketika insiden terjadi.
Namun sistem seperti ini tetap membutuhkan manusia yang memahami cara kerjanya. Seseorang perlu menilai apakah peringatan yang muncul benar-benar berbahaya, mengapa model bisa salah menandai sesuatu, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Tanpa pemahaman itu, AI hanya menghasilkan tumpukan alert yang membingungkan.
Kebutuhan keterampilannya pun nyata. Studi ISC2 pada 2025 terhadap lebih dari 16.000 profesional keamanan siber menemukan bahwa kesenjangan keterampilan kini dianggap lebih mendesak daripada kekurangan jumlah orang, dan AI menjadi salah satu kebutuhan keterampilan terbesar di bidang ini.
Mata Kuliah yang Relevan untuk Menghadapi Ancaman Siber Berbasis AI
Di Program Studi Informatika UMN, AI for Cybersecurity tersedia sebagai salah satu mata kuliah pilihan, bersama Software Engineering with AI dan Blockchain Technologies.
Namun, kemampuan ini tidak berdiri sendiri. Fondasinya dibangun dari mata kuliah lain yang saling menopang:
- Programming Fundamentals dan Algorithms & Data Structure, untuk memahami bagaimana perangkat lunak dibangun dan di mana celahnya muncul.
- Computer Network dan Operating System, karena banyak serangan bekerja di jalur komunikasi dan di lapisan sistem.
- Computer Security dan Cybersecurity, untuk memahami prinsip perlindungan data dan sistem.
- Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Deep Learning, agar model deteksi tidak diperlakukan sebagai kotak hitam.
- Database Systems, karena deteksi ancaman bekerja di atas data log dalam jumlah besar.
Pembelajarannya menggunakan pendekatan Project-Based Learning, dan mahasiswa dapat berlatih di Cyber Security Laboratory serta Artificial Intelligence Lab milik kampus. Daftar mata kuliah selengkapnya bisa dilihat pada kurikulum Informatika 2024.
Siapa Perlu Belajar AI for Cybersecurity?
Kalau kamu penasaran bagaimana sistem bisa dibobol, suka menelusuri masalah sampai akarnya, dan tidak keberatan membaca data dalam waktu lama, bidang ini layak untuk dipertimbangkan.
Jalur kariernya pun beragam. UMN mencantumkan security architect dan penetration tester atau ethical hacker sebagai beberapa profil pekerjaan lulusan Informatika, di samping cybersecurity specialist dan peran lain di bidang teknologi. Proses pendaftarannya bisa dilihat di laman PMB UMN.
Baca juga: Cara Menentukan Jurusan Sesuai Minat dan Bakat
Konklusi
Teknologi keamanan akan terus berubah, dan alat yang dipelajari hari ini mungkin berbeda beberapa tahun lagi. Yang bertahan adalah cara berpikirnya: kebiasaan bertanya, menguji, dan tidak mudah percaya pada sesuatu yang terlihat meyakinkan, termasuk ketika yang meyakinkan itu dibuat oleh AI.
By Levina Chrestella Theodora
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




