Prospek Kerja Lulusan Program Studi Artificial Intelligence UMN: Karier Masa Depan di Era Digital
Agustus 26, 2026
Ilustrasi mikrofon (Sumber Gambar: Unsplash/Kane Reinholdtsen)
Beberapa tahun terakhir, istilah sustainability semakin sering terdengar. Namun, banyak orang masih menganggap isu ini hanya berkaitan dengan lingkungan atau perusahaan besar. Padahal, bagi praktisi komunikasi, sustainability justru menjadi salah satu kompetensi penting yang akan menentukan bagaimana sebuah pesan mampu menciptakan perubahan positif di masyarakat.
Menurut Irwan Fakhruddin, Sekretaris Program Studi Strategic Communication UMN, peran komunikasi saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menggerakkan orang untuk bertindak. Jika dulu komunikasi lebih banyak telling, sekarang harus moving people. Kita tidak cukup hanya menyampaikan pesan, tetapi harus memastikan pesan itu mampu menggerakkan perilaku. Perubahan tersebut membuat profesi komunikasi memiliki tanggung jawab yang semakin besar, terutama dalam mengawal isu keberlanjutan.
1. Komunikasi Mampu Membentuk Perilaku Masyarakat
Komunikasi selalu memiliki pengaruh terhadap cara seseorang berpikir dan bertindak. Dalam dunia periklanan, media, hingga komunikasi organisasi, sebuah pesan yang dirancang dengan baik dapat membentuk kebiasaan, budaya, bahkan peradaban. Pak Irwan menjelaskan bahwa komunikasi memiliki posisi yang sangat strategis karena mampu mengubah perilaku individu menjadi perilaku kolektif.
“Ketika perilaku positif dilakukan oleh populasi yang besar, itu akan menjadi kebiasaan bersama dan akhirnya membentuk budaya. Komunikasi memiliki peran yang sangat besar dalam membangun peradaban.” ujar Irwan dalam pernyataan pada obrolannya di kanal YouTube Universitas Multimedia Nusantara
Karena itulah, seorang komunikator tidak hanya dituntut kreatif membuat konten, tetapi juga memahami dampak jangka panjang dari setiap pesan yang disampaikan.
2. Sustainability Bukan Hanya Tentang Lingkungan
Salah satu kesalahan yang masih sering ditemui adalah menganggap sustainability hanya berkaitan dengan isu lingkungan. Padahal, sustainability mencakup tiga aspek utama, yaitu environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola) atau yang lebih dikenal sebagai ESG. Menurut Pak Irwan, makna sustainability jauh lebih luas.
“Sustainability adalah pemikiran dan tindakan untuk memastikan bahwa generasi mendatang masih bisa mendapatkan apa yang kita nikmati hari ini.”
Artinya, seorang komunikator juga perlu memahami berbagai isu sosial, seperti kesetaraan, pendidikan, inklusi, hingga tata kelola organisasi yang transparan dan bertanggung jawab.
3. Di Era Digital, Audiens Menuntut Transparansi
Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menerima informasi. Jika dahulu perusahaan cukup menceritakan citra positif mereka, kini audiens ingin melihat bukti nyata. Pak Irwan menilai bahwa masyarakat saat ini jauh lebih kritis sehingga komunikasi harus didukung oleh tindakan yang benar-benar dilakukan.
“Sekarang tidak bisa lagi hanya telling the story. Yang dibutuhkan adalah story doing, yaitu menceritakan apa yang benar-benar dilakukan.”
Karena itulah banyak perusahaan mulai membuka proses kerja mereka kepada publik, mulai dari praktik produksi hingga laporan keberlanjutan. Langkah tersebut menjadi cara untuk menghindari praktik greenwashing sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
4. Kompetensi Komunikator Masa Depan Tidak Hanya Soal Skill Teknis
Kemampuan menggunakan berbagai platform digital memang penting. Namun, menurut Pak Irwan, kemampuan teknis saja tidak lagi cukup. Praktisi komunikasi masa depan juga harus memiliki empati, berpikir strategis, memahami audiens, serta mampu memecahkan persoalan komunikasi dalam berbagai konteks.
“Yang paling penting bukan hanya technical abilities, tetapi juga karakter, empati, etika, dan kemampuan memahami berbagai permasalahan.”
Inilah alasan mengapa lulusan komunikasi saat ini dituntut memiliki kemampuan problem solving, berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu bekerja lintas budaya dan lintas disiplin.
5. Bagaimana Strategic Communication UMN Menyiapkan Lulusannya?
Program Studi Strategic Communication UMN mengintegrasikan sustainability ke dalam proses pembelajaran, bukan hanya sebagai materi kuliah, tetapi juga melalui berbagai pengalaman belajar yang bersifat imersif. Mahasiswa diajak terjun langsung ke masyarakat melalui pendekatan project-based learning dan social impact initiative, sehingga mampu memahami persoalan nyata sekaligus merancang solusi komunikasi yang berdampak. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh mata kuliah yang relevan dengan perkembangan industri, seperti:
- Sustainability Communication
- AI for Strategic Communication
- Creative Entrepreneurship
Didukung oleh dosen yang sebagian besar merupakan praktisi industri, mahasiswa memperoleh kombinasi pembelajaran teoritis dan pengalaman profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
6. Komunikasi Adalah Kunci Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan
Di tengah derasnya arus informasi, komunikator memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan narasi yang jujur, berdampak, dan mampu menggerakkan masyarakat menuju perubahan yang lebih baik. Karena itu, memahami sustainability bukan lagi pilihan, melainkan bagian dari kompetensi yang wajib dimiliki oleh calon praktisi komunikasi. Seperti yang disampaikan Pak Irwan, komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi tentang menciptakan perubahan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Masih penasaran bagaimana peran komunikasi dalam menghadapi tantangan sustainability, perkembangan AI, hingga kompetensi yang dibutuhkan praktisi komunikasi masa depan? Yuk, tonton diskusi lengkap bersama Irwan Fakhrudin, Sekretaris Program Studi Strategic Communication UMN, melalui kanal YouTube Universitas Multimedia Nusantara. Dapatkan perspektif yang lebih mendalam mengenai dunia komunikasi, sustainability, dan bagaimana UMN mempersiapkan lulusannya agar siap menghadapi tantangan industri masa depan.
By Reyvan Maulid | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id



