
Universitas Multimedia Nusantara Naik ke Peringkat 601–800 Dunia pada THE Impact Rankings 2026
Juli 8, 2026
UMN dan PT Surveyor Indonesia Diundang Berbagi Praktik Kolaborasi Pesisir Berdaya Lestari di Exciting Banten Festival 2026
Juli 9, 2026Sasar Isu Kesejahteraan Hewan, Mahasiswa MMT UMN Optimalkan Kampanye Adopsi dengan AI

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Magister Manajemen Teknologi (MMT) UMN bersama pengelola Maria Stray Home dalam kegiatan penutupan program “Transformasi Digital Shelter Hewan melalui Implementasi Generative AI dan Strategi Digital Marketing untuk Akselerasi Potensi Adopsi serta Fundraising”. (dok. Daniel Aditya Kurniawan)

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Magister Manajemen Teknologi (MMT) UMN bersama pengelola Maria Stray Home dalam kegiatan penutupan program “Transformasi Digital Shelter Hewan melalui Implementasi Generative AI dan Strategi Digital Marketing untuk Akselerasi Potensi Adopsi serta Fundraising”. (dok. Daniel Aditya Kurniawan)
Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus menyasar persoalan yang selama ini lazim menjadi perhatian. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Magister Manajemen Teknologi (MMT) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memilih menghadirkan solusi bagi Maria Stray Home, sebuah shelter anjing terlantar di Serpong Utara, Tangerang Selatan. Melalui pendekatan pemasaran digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tim berupaya membantu shelter tersebut mengoptimalkan komunikasi digital agar lebih efektif menjangkau calon adopter.
Pemilihan Maria Stray Home bukan semata karena lokasinya yang dekat dengan UMN, tetapi juga karena tim melihat masih sedikit program pengabdian masyarakat yang berfokus pada kesejahteraan hewan. Bagi mereka, persoalan tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 tentang kehidupan di darat dan SDG 17 mengenai kemitraan. Kolaborasi ini kemudian mempertemukan civitas akademika, industri kreatif, serta pegiat kesejahteraan hewan untuk menjawab persoalan yang selama ini belum banyak disentuh melalui pendekatan akademik.
Saat melakukan observasi, tim justru menemukan kondisi shelter yang jauh dari bayangan mereka. Lingkungan yang bersih, terawat, serta keberadaan berbagai anjing ras menunjukkan pengelolaan shelter dilakukan secara bertanggung jawab. Namun, di balik kondisi tersebut, mereka melihat masih terdapat tantangan dalam menyampaikan berbagai upaya baik yang telah dilakukan kepada masyarakat luas melalui media digital.
“Yang juga penting, saya melihat ini sebagai persoalan yang relevan dengan SDGs, khususnya SDG 15 soal kehidupan di darat, dan SDG 17 soal kemitraan. Kolaborasi ini mempertemukan civitas akademik, industri kreatif yang punya kepedulian yang sama, serta penggiat kesejahteraan hewan. Sesuatu yang rasanya jarang sekali terbentuk secara organik,” kata mahasiswa MMT UMN Batch ke-13, Daniel Aditya Kurniawan sebagai perwakilan tim.

Tim PKM Magister Manajemen Teknologi (MMT) UMN bersama Crepa Agency melakukan sesi pemotretan anjing di Maria Stray Home sebagai bagian dari penyusunan aset visual kampanye digital adopsi. (dok. Daniel Aditya Kurniawan)
Tim kemudian melakukan audit terhadap kanal Instagram Maria Stray Home sebelum menyusun program. Dari hasil pengamatan tersebut, mereka menemukan minimnya informasi mengenai anjing yang siap diadopsi, baik dari sisi visual maupun narasi. Setelah berdiskusi langsung dengan pengelola shelter, tim memahami bahwa seluruh sumber daya yang dimiliki lebih difokuskan pada perawatan hewan sehingga pengelolaan konten digital belum menjadi prioritas.
Proses tersebut semakin menguat ketika tim berkesempatan bertemu dengan Maria Stray Home dalam PetFest 2026. Tantangan untuk mengolah tujuh foto anjing menggunakan Generative AI dalam waktu dua hari menjadi titik awal lahirnya kolaborasi. Keberhasilan menyelesaikan tantangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi praktis untuk membantu kebutuhan komunikasi digital shelter tanpa memerlukan biaya besar.
Berangkat dari hasil analisis tersebut, tim tidak hanya berfokus pada pengolahan visual, tetapi juga mengevaluasi strategi komunikasi yang selama ini digunakan. Mereka menilai pendekatan kampanye adopsi perlu dikemas dengan narasi yang lebih positif agar mampu membangun ketertarikan masyarakat terhadap adopsi hewan.
“Dari situ lahirlah #LebihBangga. Idenya sederhana, tapi perubahannya signifikan: adopsi tidak dikomunikasikan sebagai lawan dari membeli anjing dari breeder, tapi sebagai tindakan yang membanggakan pemiliknya. Memberikan insentif sosial yang positif, bukan rasa bersalah. Ini sejalan dengan penelitian Rothman dan Salovey yang kami jadikan landasan, bahwa positive framing terbukti lebih efektif untuk mendorong perilaku sukarela berisiko rendah dibandingkan loss framing yang justru bisa memicu penolakan. Jadi, #LebihBangga bukan sekadar nama campaign, tapi pergeseran cara pandang dari ‘kasihan’ menjadi ‘bangga’,” jelas Daniel.

Salah satu hasil implementasi program PKM MMT UMN berupa konten Instagram kampanye adopsi bertajuk #LebihBangga yang dirancang untuk memperkenalkan profil anjing di Maria Stray Home kepada calon adopter. (dok. tangkapan layar di Instagram/@mariastrayhome)
Selama program berlangsung pada Mei hingga Juni 2026, tim berhasil menghasilkan 34 aset foto anjing berbasis Generative AI untuk Instagram Story, termasuk sembilan konten dalam format feeds. Mereka juga mendesain ulang Instagram Highlight mengenai donasi, syarat adopsi, dan FAQ, sekaligus menyerahkan template Canva beserta video tutorial sebagai bagian dari transfer of knowledge agar pengelola shelter dapat mengembangkan konten secara mandiri.
Bagi tim, keberhasilan program ini tidak hanya diukur melalui jumlah aset yang dihasilkan, tetapi juga dari perubahan cara pandang terhadap kompleksitas pengelolaan shelter. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa keterbatasan sumber daya mendorong organisasi nirlaba untuk mencari solusi yang efektif, efisien, dan mudah diterapkan dalam operasional sehari-hari.
“Yang juga kami syukuri adalah meningkatnya literasi teknologi di pihak shelter. Kalau kita lihat sekarang ke Instagramnya @mariastrayhome sudah mulai banyak informasi yang didesain dengan AI. Dalam project ini, Gemini AI untuk pengolahan foto, lanjut ke remove background, sampai Canva untuk desain konten dan semua itu gratis. Kami berharap fondasi itu bisa mereka teruskan jauh setelah program kami selesai, karena justru itulah tujuan sesungguhnya, bukan ketergantungan pada kami, tapi kemandirian mereka,” kata Daniel.
Di sisi lain, program ini juga menjadi wujud implementasi pembelajaran yang diterapkan di program pascasarjana Magister Manajemen Teknologi UMN. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial serta mampu menerjemahkan teori menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dosen pembimbing PKM, Dr. So Yohanes Jimmy, S.T., M.M., menilai bahwa esensi pembelajaran di MMT terletak pada kepedulian terhadap isu sosial. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan akan lebih bermakna ketika digunakan untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui PKM ini, mahasiswa mampu memadukan kompetensi pemasaran digital dan kecerdasan buatan untuk memperkuat komunikasi Maria Stray Home, sekaligus membekali pengelola shelter dengan kemampuan mengoperasikan berbagai perangkat digital secara mandiri.
“Di MMT, mahasiswa selalu diajarkan agar peka terhadap masalah atau isu sosial. Mereka di dorong agar tergerak menggunakan pengetahuan dan skill-nya untuk berpartisipasi merespon isu tersebut. Jika mereka berpengetahuan tapi tidak peduli, maka sia-sia saja ilmunya. Saya pikir esensinya pada ‘kepedulian’,” jelas Jimmy.
Ke depan, Jimmy berharap pengalaman tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi Maria Stray Home, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar terus peka terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Bagi mitra, Jimmy berharap kolaborasi ini menjadi awal terbukanya ruang diskusi dengan perguruan tinggi sebagai mitra yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi.
Program PKM ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa Magister Manajemen Teknologi (MMT) UMN Batch 13 yang terdiri atas Daniel Aditya Kurniawan, Cahya Munika, Adrian Raditya, dan Nico Halisno di bawah bimbingan dosen MMT UMN, Dr. So Yohanes Jimmy, S.T., M.M. dan Assoc. Prof. Dr. Prio Utomo, S.T., MPC. Dalam PKM kali ini, Jimmy mengatakan mahasiswa tergerak setelah melihat sebuah shelter anjing yang mempunyai misi sangat mulia. Namun, pencapaian misi di shelter tersebut kurang optimal, salah satunya akibat terlihat kurang menarik. Para mahasiswa kemudian menggabungkan keahliannya dalam pemasaran digital dan kecerdasan buatan untuk merombak cara berkomunikasinya di kanal digital.
By Melinda Chang | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



