
IPK vs Pengalaman Kerja: Mana yang Lebih Dilirik HRD?
Juli 7, 2026
FTI UMN dan IEEE Women in Engineering Indonesia Section Jalin Kolaborasi untuk Perkuat Peran Perempuan di STEM
Juli 8, 2026
Jakarta — Universitas Multimedia Nusantara (UMN) turut ambil bagian sebagai Supporting Partner dalam SDGs Center Conference (SCC) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) bersama Indonesia SDGs Center Network (ISCN) pada 25–26 Juni 2026 di Jakarta. Mengusung tema “Penguatan Peran SDGs Center: Mendorong Aksi Lokal untuk Capaian SDGs Nasional dan Kemitraan Global”, konferensi ini menjadi forum konsolidasi nasional yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan.
Kontribusi UMN pada hari pertama konferensi, Kamis (25/6), juga hadir lewat penampilan pembuka dari Tracce UMN, UKM Tari Universitas Multimedia Nusantara, yang membuka secara simbolis rangkaian SDGs Center Conference 2026 di hadapan jajaran pimpinan SDGs Center dari seluruh Indonesia serta sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.; Plt. Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali; dan Presiden ISCN periode 2024–2026, Bayu Arie Fianto, Ph.D. Penampilan Tracce UMN menjadi pembuka yang turut mewarnai forum konsolidasi nasional yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan tersebut.

Masih pada hari pertama, diumumkan bahwa Indonesia kini telah memiliki 100 SDGs Center di berbagai perguruan tinggi, menandai perkembangan pesat sejak ISCN dibentuk pada 2024. Plt. Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menegaskan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan meningkatnya komitmen perguruan tinggi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai center of excellence.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi kompas pembangunan Indonesia dan berkembang menjadi living laboratory pembangunan berkelanjutan melalui kurikulum yang relevan, riset yang berdampak, serta inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Rangkaian hari pertama turut menghadirkan penyerahan buku Policy Brief dan Best Practices SDGs Center, panel diskusi bertajuk “Kepemimpinan Akademisi sebagai Center of Excellence Mendorong Akselerasi Pencapaian SDGs”, serta Academic Dialogue bertema Beyond-2030 Sustainable Development Agenda.
Pada hari kedua, Jumat (26/6), rangkaian konferensi berlanjut di Universitas Pertamina dengan agenda internal ISCN. Salah satu momen penting hari itu adalah sesi Panel Discussion bertema “From Campus to Community Impact: Evidence-Based SDGs Implementation”, yang dimoderatori oleh Maria Advenita Gita Elmada dari UMN. Panel ini menghadirkan pembicara dari Universitas Sumatera Utara, Telkom University, dan Universitas Pattimura, serta menggali tantangan keberlanjutan program, legitimasi internal kampus, pendanaan jangka panjang, hingga dampak nyata program bagi masyarakat.

Peran UMN dalam memoderatori diskusi strategis ini menegaskan posisi UMN sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring pengetahuan keberlanjutan antarkampus di Indonesia, sejalan dengan komitmen UMN melalui Center for Sustainability (CfS) dalam mendorong integrasi SDGs ke dalam tata kelola, kurikulum, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hari kedua konferensi ditutup dengan Musyawarah Nasional (Munas) ISCN, forum tertinggi organisasi yang menetapkan Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si., Direktur SDGs Center Universitas Padjadjaran, sebagai Presiden baru ISCN periode berikutnya, melanjutkan kepemimpinan Bayu Arie Fianto, Ph.D. Dalam laporan pertanggungjawabannya, Bayu Arie Fianto menyampaikan bahwa periode 2024–2026 menjadi fase penting pembentukan fondasi ISCN, mulai dari perolehan badan hukum resmi, pertumbuhan anggota dari 51 menjadi 100 institusi, penyelenggaraan lebih dari 15 webinar dengan lebih dari 2.000 peserta, hingga penjalinan empat nota kesepahaman internasional dan satu kolaborasi strategis dengan UNESCO.

Terpilihnya Prof. Zuzy Anna menandai fase konsolidasi baru ISCN sebagai jejaring pengetahuan keberlanjutan yang diharapkan semakin solid, kolaboratif, dan berdampak bagi Indonesia.

Melalui keterlibatannya sebagai Supporting Partner sekaligus peran aktif Center for Sustainability, UMN menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam jejaring SDGs Center nasional, memperkuat kolaborasi lintas perguruan tinggi, dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
By Sustainability Centre UMN
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




