
UMN Resmi Luncurkan Program Studi Artificial Intelligence Berbasis Sustainable AI
April 9, 2026
Peresmian peluncuruan Program RPL UMN (Dok. UMN)
Tangerang, (09/04/2026) – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi meluncurkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang berlaku untuk Program Pembelajaran Jarak Jauh Ilmu Komunikasi (PJJIK) dan Magister Manajemen Teknologi (MMT). Peresmian ini dilakukan oleh rektorat UMN bersama Dekan Fakultas Bisnis di Ascott Menteng Jakarta.
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dan inklusif, UMN terus menginisiasi berbagai program untuk masyarakat luas. Kali ini, UMN telah meresmikan program terbaru, yakni Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). RPL merupakan program skema pengakuan terhadap capaian pembelajaran mahasiswa, baik yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja.
“Program RPL ini kami buka untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang sudah memiliki pengalaman bekerja dan keahlian tertentu yang relevan dengan dua program studi di UMN, di antaranya PJJIK dan MMT. Pengalaman bekerja dan keahlian yang relevan nantinya bisa diakui dengan mata kuliah tertentu, sehingga bisa menyelesaikan perkuliahan lebih singkat dengan biaya yang lebih murah”, jelas Dr. Andrey Andoko, selaku Rektor UMN.
Dengan diresmikannya program RPL ini sendiri, Andrey berharap nantinya UMN dapat hadir dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi bagi para profesional. Program ini juga diharapkan dapat mendukung mahasiswa di perusahaan dalam pengembangan karier ataupun menjawab tantangan yang dihadapi dalam dunia kerja maupun bisnis.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa Program RPL dirancang untuk meningkatkan partisipasi calon mahasiswa, terutama mereka yang telah memiliki pengalaman kerja maupun riwayat pendidikan sebelumnya yang belum terselesaikan.
“Program RPL ini kami rancang untuk calon mahasiswa yang ingin mengikuti pembelajaran di UMN, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja, pendidikan formal, maupun pendidikan sebelumnya yang tidak tamat. Peluang ini kami buka, sehingga memungkinkan calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UMN”, jelas Friska.
Friska sendiri menegaskan bahwa dua program studi PJJIK dan MMT memiliki karakteristik, di mana banyak mahasiswa sudah memiliki pengalaman di dunia kerja, sehingga pengalaman ini nantinya dapat dikonversi dengan jumlah minimal Satuan Kredit Semester (SKS), dan tentunya calon mahasiswa masih wajib memenuhi maksimal SKS.
“Kami memastikan bahwa kurikulum dan proses pembelajaran yang diterima calon mahasiswa tetap setara dengan hasil konversi yang diberikan, serta melihat relevansinya dengan mata kuliah yang akan ditempuh. Adapun mata kuliah yang tidak memiliki relevansi tetap wajib diikuti oleh mahasiswa.”, tambahnya.
Friska sendiri berharap dengan hadirnya program RPL UMN dapat memberikan kesempatan pendidikan tinggi kepada masyarakat luas, serta bisa menempuh program studi baik Sarjana maupun Magister di UMN nantinya.
Lebih lanjut, Dr. Prio Utomo, S.T., MPC., selaku Dekan Fakultas Bisnis UMN dan sekaligus Direktur RPL memaparkan bahwa Program RPL merupakan bagian dari komitmen UMN dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang sejalan dengan konsep pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learner).
“Program ini merupakan komitmen UMN dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, yang juga sejalan dengan UMN yang terus menekankan konsep pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learner). Lebih dari itu, kami melihat banyaknya masyarakat yang memiliki kompetensi yang kuat, sehingga diperlukan mekanisme formal untuk mengakui dan menyetarakan kompetensi tersebut secara akademik”, jelas Prio.
Prio juga menambahkan bahwa nantinya calon mahasiswa akan melewati beberapa tahap, mulai dari asesmen berbasis portofolio, wawancara, hingga evaluasi kompetensi dengan sistem transparan dan penjaminan mutu yang terukur.
“Program RPL ini memiliki sedikit perbedaan dengan program reguler, mengingat durasi studi yang lebih cepat dengan waktu yang fleksibel, sehingga calon mahasiswa tidak perlu memulai studi dari awal namun menempatkan pengalaman kerja, maupun studi formal dan informal sebagai proses pembelajaran yang sah dan terukur secara akademik”, tambahnya.
Prio sendiri berharap program RPL UMN nantinya dapat memberikan opsi studi lebih banyak lagi, terutama pada pendidikan tinggi yang inklusif dan fleksibel. Selain itu, diharapkan lewat program ini UMN bisa melahirkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




