
Pentingnya Microsoft Excel untuk Mahasiswa: Skill Wajib untuk Kuliah, Penelitian, dan Dunia Kerja
Januari 21, 2026
Pentingnya Data Analytics di Era Digital
Januari 26, 2026
Foto bersama peserta UMN Indonesian Experience 2026 bersama Ketua Yayasan dan jajaran rektorat UMN (Dok. UMN)
Tangerang, (23/01/2026) – UMN Indonesian Experience 2026 sukses dilaksanakan selama satu minggu di UMN. Program ini diikuti oleh 9 negara bersama mitra perguruan tinggi UMN, selama satu satu minggu, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan mulai dari pembelajaran kebudayaan Indonesia hingga topik besar terkait Artificial Intelligence (AI).
UMN Indonesian Experience 2026 merupakan program yang tidak hanya mengajarkan mahasiswa-mahasiswi tentang kebudayaan Indonesia saja. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti wujud nyata komitmen UMN dalam menerapkan pendidikan perguruan tinggi yang kolaboratif dan berorientasi global.
“Saya sangat mengapresiasi kepada perguruan tinggi yang terlibat dan berkenan berkolaborasi dengan UMN untuk mengikuti program ini. Tentu, menjadi kesempatan baik untuk institusi pendidikan memberikan kesempatan pembelajaran baru kepada mahasiswa mulai dari perspektif global, cross-cultural, serta pengembangan diri yang kompeten secara global”, ucap Dr. Andrey Andoko, selaku Rektor UMN.
Bagi Andrey, pengalaman ini akan menjadi pengalaman yang berkesan dalam perjalanan studi peserta nantinya. Tidak hanya mendapatkan berbagai pengetahuan baru, peserta juga mendapatkan berbagai teman-teman baru dari berbagai negara. Andrey berharap, kedepannya akan semakin banyak kesempatan kolaborasi yang lebih luas lagi dan bisa berdampak kepada mahasiswa untuk belajar melampaui ruang kelas dan batasan negara.
“Senang rasanya para peserta berhasil mengikuti UMN Indonesian Experience 2026 selama satu minggu. Harapan saya program ini tidak menjadi akhir dari kolaborasi, melainkan menjadi langkah awal dalam kolaborasi yang lebih kuat dan lebih banyak lagi”, ucap Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi.
Friska juga mengucapkan, UMN Indonesian Experience 2026 tidak semata-mata hanya memperkuat akademis mahasiswa saja tapi juga memberikan pengalaman baru kepada peserta terkait kebudayaan, serta membuat pertemanan baru. Friska berharap, nantinya para peserta bisa terus menjalin kolaborasi bersama UMN salah satunya pertukaran pelajar, atau bahkan melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di UMN.
Satu Pekan Aktivitas UMN Indonesian Experience 2026
Pada Senin, (19/01) para peserta dari 9 negara turut mengikuti pembukaan kegiatan UMN Indonesian Experience 2026. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan di Function Hall, Kampus UMN, dan dibuka langsung oleh Rektor UMN, serta jajaran wakil rektor UMN. Baca berita lebih lengkapnya disini!
Melanjutkan kegiatan pembukaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yakni mengenal lebih dekat kampus UMN lewat campus tour bersama mahasiswa-mahasiswi UMN. Kegiatan hari pertama juga diperkaya dengan pembelajaran bersama Studi Humaniora UMN, peserta berkesempatan untuk mengenali kebudayaan Indonesia, Bahasa Indonesia, sampai dengan mengikuti berbagai games tradisional Indonesia.

Peserta mengikuti games tradisional Indonesia (Dok. UMN)
“Bagi saya, mengikuti program UMN Indonesian Experience 2026 sangat menyenangkan. Saya bertemu teman-teman baru dari berbagai negara, dan mempelajari kebudayaan baru di Indonesia mulai dari tarian, makanan, dan kesenian”, ucap Ghada Issa, salah satu mahasiswa Magister dari Al-Quds University, Palestina.
Ghada sendiri merasa dirinya sangat menikmati waktunya mempelajari kebudayaan baru, dan tidak hanya mempelajari kebudayaan Indonesia saja. Ghada juga berkesempatan untuk mempelajari antar budaya lewat peserta lain dari berbagai negara.

Kunjungan peserta ke Kompas Gramedia, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal dan Galeria Sophilia (Dok. UMN)
Pada hari Selasa, (20/01), para peserta mendapati aktivitas pembelajaran di luar kampus yakni kunjungan industri ke Kompas Gramedia. Pada kesempatan ini peserta mempelajari bagaimana penggunaan AI dalam berita dan media, mulai dari video, editorial berita, sampai dengan etika penggunaan AI dalam industri media.
Selain itu, peserta juga turut mengunjungi Galeria Sophilia Jakarta, Gereja Katedral Jakarta, dan Masjid Istiqlal Jakarta. Peserta berkesempatan untuk melihat beragam kebudayaan serta sejarah penting yang telah terukir pada masing-masing tempat.

Peserta mengikuti kelas memasak di Perhotelan UMN (Dok. UMN)
Dilanjutkan pada Rabu, (21/01), mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian kelas yang telah dirancang oleh masing-masing fakultas di UMN. Secara garis besar, masing-masing fakultas membawakan tema terkait AI. Mulai dari etika AI dalam komunikasi, AI untuk desain berkelanjutan, dan pengenalan lebih dalam tentang AI itu sendiri. Tak hanya kelas, mahasiswa juga mengikuti kelas memasak makanan khas Indonesia.
“Lewat program UMN Indonesian Experience 2026 aku merasa lebih bahagia, aku bisa mengenal lebih banyak kebudayaan Indonesia dan juga memahami kebudayaan lainnya dari para peserta. Tidak hanya kebudayaan aku juga dapat belajar lebih dalam terkait implementasi AI di Indonesia terutama dalam pengembangan media modern saat ini”, jelas Denys Andriichuk, salah satu peserta dari Vistula University, Polandia.
Menurut Denys, semakin hari program ini semakin menyenangkan Ia mengungkapkan dirinya merasa lebih senang ditambah Ia dikelilingi dengan peserta lainnya yang memberikan berbagai hal positif serta energi yang menyenangkan selama program berlangsung.
“Dengan mengikuti program ini saya bisa membangun pertemanan baru hampir dengan semua peserta. Program ini diadakan dengan sangat profesional, dan saya sendiri mendapat pendampingan penuh dari International Office UMN dan Buddies”, sambungnya.

Foto bersama dan kunjungan peserta ke TMII (Dok. UMN)
Pada hari Kamis (22/01), seluruh peserta mengikuti kegiatan di Taman Mini Indonesia Indah. Peserta mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung melihat berbagai hal-hal entik khas Indonesia mulai dari batik, fauna indonesia, sampai dengan pengalaman langsung bermain angklung dan membatik.

Cultural performance dari masing-masing negara (Dok. UMN)
Di hari terakhir Jumat (23/01) seluruh peserta mengikuti kegiatan cultural performance dari masing-masing negara. Para peserta menampilkan berbagai seni kebudayaan mulai dari tarian, nyanyian, dengan menggunakan baju daerahnya masing-masing. Penutupan kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan, Jajaran Rektorat UMN, dan dosen-dosen UMN.
“Program ini sangat menarik, karena peserta bisa benar-benar memahami kebudayaan yang ada di Indonesia. Tentu saya sebagai dosen tidak hanya menemani mahasiswa saja tapi juga menjadi peserta, dan saya sendiri mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait tradisi yang sangat kaya di Indonesia”, ucap Lourd Ive M. Visbal, selaku dosen dan Director, Arts, Culture, and Global Heritage Southern Luzon State University (SLSU), Filipina.
Melihat dari perspektif dosen, bagi Lourd kegiatan ini menjadi penting untuk pengembangan diri mahasiswa. Menurutnya, dengan memahami kebudayaan negara lain tidak hanya memperluas pengetahuan mahasiswa tapi juga menerima adanya perbedaan budaya pada masing-masing negara.
“UMN juga turut membekali mahasiswa tentang teknologi AI, yang menjadi penting untuk diketahui mahasiswa. Pembekalan ini menjadi penting, sehingga mahasiswa tahu peran AI adalah sebagai alat bantu bukan untuk disalahgunakan”, tambahnya.
UMN Indonesian Experience 2026 diharapkan bisa berdampak dan membuka perspektif global para peserta yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah strategis UMN menuju world class university.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




