
Ingin Jadi Entrepreneur? Ini Cara Mulai Bisnis Startup Sejak Kuliah
Oktober 9, 2026
Berikut Cara Produksi Konten yang Efisien dan Gak Perlu Banyak Alat
Oktober 9, 2026
(Sumber:Unsplash/TheRegisti)
Ada anggapan bahwa bekerja di industri kreatif berarti harus jago menggambar. Padahal, coba lihat satu iklan yang lewat di Instagram. Ada orang yang merancang visualnya, menulis pesannya, merekam videonya, mengatur strategi kampanye, hingga membangun teknologi di balik pengalaman digitalnya.
Industri kreatif memang seluas itu.
Jadi, ketika mencari jurusan kuliah yang cocok untuk industri kreatif, pertanyaannya bukan hanya, “Aku kreatif atau tidak?” Pertanyaan yang lebih berguna adalah: kreativitas seperti apa yang paling kamu nikmati?
Baca juga: Cara Menentukan Jurusan Sesuai Minat dan Bakat.
Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Industri Kreatif
1. Desain Komunikasi Visual
Kalau kamu sering memperhatikan poster film, kemasan, logo, ilustrasi, desain aplikasi, atau bahkan bertanya mengapa sebuah brand terlihat “mahal”, DKV mungkin terasa familiar.
Kuliah DKV bukan sekadar belajar membuat sesuatu terlihat bagus. Kamu belajar menyampaikan ide melalui visual. Jalurnya pun luas, dari graphic designer dan art director hingga UI/UX designer, illustrator, motion graphic designer, dan creative director.
Yang diuji bukan hanya kemampuan menggunakan software, tetapi juga apakah desainmu mampu membuat orang memahami, merasakan, atau melakukan sesuatu.
2. Film dan Animasi
Ada orang yang menonton film lalu langsung pulang. Ada juga yang masih memikirkan pencahayaan, pilihan musik, editing, atau bagaimana sebuah adegan bisa membuat penonton terdiam selama beberapa detik.
Kalau kamu tipe kedua, Film atau Animasi layak dilirik.
Di sini kreativitas berubah menjadi pekerjaan yang sangat teknis: menulis cerita, mengoperasikan kamera, mengatur suara, menyunting gambar, membuat animasi, hingga memahami proses produksi. Dunia kerjanya mencakup film, serial, periklanan, video digital, VFX, sampai konten untuk berbagai platform.
Baca juga: Jurusan Kuliah UMN Bagi yang Hobi Editing Video.
3. Ilmu Komunikasi
Tidak semua orang kreatif ingin duduk di depan Adobe Illustrator atau membawa kamera. Sebagian lebih tertarik pada ide: bagaimana membuat orang peduli terhadap sebuah kampanye? Mengapa satu brand ramai dibicarakan, sementara yang lain lewat begitu saja?
Ilmu Komunikasi membuka jalan ke advertising, public relations, social media, brand communication, hingga content strategy.
Kreativitas di sini hidup melalui pesan dan strategi. Kamu belajar memahami audiens, menyusun komunikasi, lalu menentukan cara terbaik untuk membuat sebuah gagasan sampai kepada orang yang tepat.
4. Journalism and Content Creation
Jurnalistik mungkin terdengar seperti pilihan bagi orang yang ingin menjadi reporter. Kenyataannya, kemampuan jurnalistik juga hidup di podcast, video dokumenter, media digital, branded content, hingga konten media sosial.
Perubahan ini tercermin dari nama baru program studi Jurnalistik di UMN: Department of Journalism and Content Creation, dengan fokus pada Experiential Learning for the Future of Journalism, Storytelling, and Content Creation. Mahasiswa belajar mengelola siklus konten digital secara utuh, mulai dari mencari dan memverifikasi informasi, memproduksi cerita multimedia, hingga mendistribusikan konten yang kredibel di berbagai platform. Pembelajarannya berbasis proyek, jadi semuanya dilatih melalui praktik.
Kalau kamu suka bertanya, mencari cerita, atau mengubah informasi rumit menjadi sesuatu yang menarik, jurusan ini layak untuk dipertimbangkan. Kamera dan software bisa dipelajari. Rasa penasaran jauh lebih sulit diajarkan.
5. Informatika
Yang satu ini mungkin tidak langsung terlintas ketika mendengar kata “kreatif”.
Namun, industri game, interactive media, aplikasi, virtual reality, dan berbagai produk digital membutuhkan orang yang mampu mengubah ide menjadi sesuatu yang benar-benar bekerja.
Mahasiswa Informatika dapat masuk dari sisi programming dan pengembangan teknologi. Kreativitasnya bukan selalu terlihat pada gambar, tetapi pada bagaimana sebuah masalah diselesaikan dan pengalaman digital dibangun.
Baca juga: Jurusan Ilmu Komunikasi: Info Kuliah dan Prospek Kerjanya.
Jadi, Jurusan Mana yang Paling Cocok?
Coba lupakan dulu pertanyaan, “Jurusan mana yang paling menjanjikan?”
Bayangkan pekerjaan yang membuatmu betah menghabiskan waktu berjam-jam. Merancang visual? Membuat film? Menulis cerita? Menyusun kampanye? Atau membangun sesuatu yang interaktif?
Industri kreatif tidak mencari satu jenis orang kreatif. Ia membutuhkan desainer, storyteller, strategist, developer, dan banyak orang dengan cara berpikir yang berbeda.
Pilih jurusan yang memberi ruang bagi cara kreatifmu sendiri untuk tumbuh. Karena pada akhirnya, portofolio yang kuat biasanya lahir bukan dari orang yang sekadar memilih jurusan populer, tetapi dari orang yang benar-benar menikmati proses membuat sesuatu.
By Levina Chrestella Theodora
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




