Kurangi Limbah, Tim Dosen UMN Gagas Produksi Pupuk Cair Organik dari Buah

Kurangi Limbah, Tim Dosen UMN Gagas Produksi Pupuk Cair Organik dari Buah

Pupuk Cair Organik dari Limbah Buah Gagasan Tim Dosen UMN (dok.UMN)

Pupuk Cair Organik dari Limbah Buah Gagasan Tim Dosen UMN (dok.UMN)

TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berkomitmen untuk membangun kampus hijau dan ramah lingkungan berkelanjutan. Berawal dari fokus mengurangi limbah organik rumah tangga, sayur dan buah, salah satu Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UMN Indiwan Seto Wahjuwibowo bersama dengan tim dosen lainnya menggagas produksi pupuk cair organik di desa binaan, Lengkong Kulon.

Indiwan memaparkan bahwa pada awalnya mereka melakukan eksperimen di pengolahan sampah organik milik UMN. Sebagian besar sampah di UMN berasal dari sisa makanan dan dedaunan kering. Nantinya, sampah tersebut akan diproses selama satu bulan, kemudian disaring dan dijadikan pupuk cair.

Selain dari sampah daun kering dan sisa makanan, pembuatan pupuk cair organik juga dapat dihasilkan dari sisa buah yang membusuk.

Salah satu mitra PKM yang dibina oleh tim dosen UMN Haji Ismuji (dok.UMN)

Salah satu mitra PKM yang dibina oleh tim dosen UMN Haji Ismuji (dok.UMN)

Salah satu mitra PKM yang dibina oleh tim dosen UMN Haji Ismuji mengatakan bahwa ia mengajak pedagang buah lainnya untuk memanfaatkan buah yang membusuk. Bahkan, ia turut memproduksi pupuk cair organik dari buah yang dibuatnya sendiri. 1 botol besar pupuk cair organik (berisi 1 Liter) dijual seharga Rp 30 ribu.

“Saya bekerja sama dengan pedagang buah di Pasar Malabar. Saya ajak mereka untuk memanfaatkan buah yang sudah busuk daripada dibuang lebih baik dimanfaatkan,” kata Haji Ismuji yang berprofesi sebagai pedagang buah di Malabar.

Perbedaan yang terlihat dari pupuk cair organik yang terbuat dari sampah organik dan buah-buahan busuk adalah dari warna dan baunya. Pupuk cair dari sampah organik memiliki warna hitam dan bau yang sedikit menyengat. Sedangkan pupuk cair dari buah-buahan busuk memiliki warna kemerahan dengan bau yang segar, seperti tape.

 

Produksi Pupuk Cair Organik di Rumah

Pupuk cair organik juga dapat diproduksi secara mandiri di rumah. Peralatan yang dibutuhkan, antara lain:

  • Ember besar sebagai komposter,
  • Air,
  • Botol Plastik,
  • Selang Aquarium,
  • Molase seperti EM4 untuk tanaman atau mikroba pengurai,
  • Sampah

 

Kegiatan ini telah digagas sejak Desember 2019. Tim dosen UMN mendorong mitra PKM untuk dapat memproduksi sendiri pupuk cair organik dari limbah buah. Rencananya, pada Februari 2020 akan dilakukan pelatihan warga di desa binaan yang terletak di Lengkong Kulon. Indiwan berharap kegiatan ini dapat menanamkan rasa peduli masyarakat pada sampah dan mengubahnya menjadi berkah.

“Kita berharap setelah itu (pelatihan), warga bisa ikut memasarkan (pupuk cair organik) dan mahasiswa UMN juga dapat berpartisipasi dalam pembuatan pupuk tersebut,” tutup Indiwan. (VH/CRA)

 

*by Velia Hana – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id