Webinar FIKOM UMN: Kekuatan Komunikasi Persuasif dan Tipsnya

Webinar FIKOM UMN: Kekuatan Komunikasi Persuasif dan Tipsnya

Webinar FIKOM UMN “Kekuatan Komunikasi Persuasif”. (dok. UMN)

TANGERANG – Pernahkah terlintas pertanyaan, kita dapat meminta atau bertanya gaya bicara, berbicara, bahkan makanan tertentu? Menurut Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UMN, Endah Murwani, hal itu dapat terjadi salah karena persuasi oleh teman, keluarga, media, juga iklan. Inilah “Kekuatan Komunikasi Persuasif”, tajuk utama yang dibahas oleh Endah dalam webinar seri ke-11 FIKOM UMN dan dipandu oleh Dosen Pengantar Hubungan Masyarakat, Chininta Rizka Angelia, Rabu (15/7).

Terkait tema ini, Chininta mengatakan komunikasi menjadi kekuatan utama untuk mempersatukan orang lain. Sementara itu, ia menjelaskan persuasi dapat dimaknai sebagai tindakan memengaruhi, membujuk, mengajak, atau merayu.

“Saat ini, komunikasi persuasif digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, lingkup keluarga, organisasi, pemasaran, politik, dan sebagainya. Pertanyaannya adalah bagaimana sih membuat orang lain dengan sukarela bisa menerima dan juga mengikuti apa yang kita sampaikan?” ungkap Chininta.

Untuk menjawabnya, Endah memperkenalkan beberapa elemen komunikasi persuasi, yaitu source (pengirim pesan), receiver (penerima pesan), message (pesan), dan channel (medium pengirim pesan). Namun, ia berpendapat bahwa source menjadi salah satu aspek terpenting, terlebih jika memiliki daya tarik (contoh: kesamaan dan kedekatan), otoritas, keahlian, dan karisma untuk memengaruhi orang lain.

Kemudian, Endah juga mengatakan ada faktor pesan (message) yang berperan untuk mempersuasi orang. Tidak hanya isi pesannya, tetapi menurutnya cara mengomunikasikan pesan juga penting diperhatikan.

“Faktor pesan ini ada beberapa yang sangat penting. Misalnya, dari struktur pesannya, yaitu gimana kita menentukan seperti apa pesan yang ingin kita sampaikan. Kemudian, kontennya, bahasa, dan pesan-pesan nonverbalnya,” papar Endah.

Dari sisi konten pesan, Endah memaparkan beberapa tips persuasi, yaitu (1) evidence: menyajikan bukti pendukung, (2) fear appeal: menakuti orang dan memberi solusi, (3) guilt appeal: membangkitkan empati untuk mendorong orang melakukan sesuatu. Selain itu, ia juga memberi tips lainnya, yaitu untuk selalu mengenali target audiens yang dipersuasi. Ia berpendapat bahwa nilai dan budaya akan sangat memengaruhi bagaimana orang-orang akan menerima pesan persuasif.

“Kita harus mencoba untuk mengetahui apa sih kebutuhan dari audiens kita, apa sih kebutuhan orang lain. Kalau kita mencoba mengetahui kebutuhan orang lain, pesan yang akan kita sampaikan biasanya akan bisa diterima,” jelas Endah.

Saat ini, FIKOM UMN memang belum menyajikan mata kuliah khusus yang mempelajari komunikasi persuasif. Meskipun demikian, Endah mengatakan komunikasi persuasif ini justru dipelajari di beberapa mata kuliah FIKOM UMN lainnya.

Peserta Webinar FIKOM UMN “The Power of Persuasive Communication”. (dok.UMN)

“Karena bagaimana pun juga, komunikasi persuasif ini juga akan dilakukan untuk kaitannya dengan komunikasi pemasaran. Bagaimana seorang PR (Public Relations) akan menyampaikan (pesan) juga harus dikaitkan dengan komunikasi persuasif,” tutup Endah. (MC/SN)

oleh Melinda Chang – Layanan Berita Universitas Multimedia Nusantara

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi   Informatika  | Sistem Informasi   | Teknik Komputer   | Teknik Elektro   | Teknik Fisika   | Akuntansi   | Manajemen  | Komunikasi Strategis   | Jurnalistik   | Desain Komunikasi Visual   | Film dan Animasi   | Arsitektur   | D3 Perhotelan   | Program Internasional  , di   Universitas Multimedia Nusantara  . www.umn.ac.id