Arsitektur UMN Ikut Sayembara Desain Ibu Kota Negara Baru

Arsitektur UMN Ikut Sayembara Desain Ibu Kota Negara Baru

arsitektur maket sayembara ibu kota negara baru universitas multimedia nusantara umn universitas terbaik di jakarta

Tim Antistatics Architecture Beijing bersama Dosen dan Mahasiswa Arsitektur UMN

TANGERANG – Setelah banyak pro dan kontra mengenai isu pemindahan ibu kota negara Indonesia dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, Pemerintah Indonesia resmi membuka pendaftaran ‘Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara (IKN)’ pada 3–21 Oktober 2019 yang berskala internasional.

Dalam perlombaan tersebut, terpilih konsep desain berjudul ‘The Infinite City’ sebagai juara 2. Desain tersebut merupakan salah satu karya tim Antistatics Architecture dari Beijing. Demi kelancaran sayembara tersebut, tim Antistatics Architecture mendapat bantuan berupa logistik dan pembuatan maket dari Rizki Tridamayanti Siregar selaku Founder Matra Studio sekaligus dosen Arsitektur UMN dan mahasiswa Arsitektur UMN; Aleg Ridwan, Kenny Lesmana, Geo Bramanta Rahman dan Syahrul Khair Sopani.

“(Tim logistik dan maket) mempersiapkan peralatan maket yang kurang. Beberapa assembly-nya sudah dibawa dari Beijing dan New York. (Tim) ikut membantu perakitan dan perbaikannya,” jelas dosen Arsitektur UMN, Rizki Tridamayanti Siregar saat diwawancara.

arsitektur maket sayembara ibu kota negara baru universitas multimedia nusantara umn universitas terbaik di jakarta

Proses membuat maket (dok. UMN)

Rizki mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal secara personal dua orang dari tim Antistatics Architecture Beijing. Ketika diumumkan ‘The Infinite City’ lolos seleksi sayembara IKN, kenalannya di tim Antistatics Architecture mengontak Rizki untuk membantu persiapannya di Jakarta.

“Tim Antistatics, base-nya di Beijing dan New York. Untuk presentasi desain dibutuhkan maket. Jika semua dikerjakan di luar (negeri) dan dibawa ke Jakarta akan tidak praktis dan ekonomis. Juga ditakutkan akan terjadi kerusakan di perjalanan,” ungkap Rizki.

Dalam pembuatan maket sayembara, Rizki pun tidak mengelak bahwa ada kesulitan yang dihadapi. Ia dan timnya harus membuat maket dengan tingkat kedetailan yang tinggi, sementara maket harus dipresentasikan keesokan harinya. Meskipun demikian, akhirnya tim berhasil menyelesaikannya dalam kurun waktu 24 jam, nonstop. Maket pun ditunjukkan di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan staff jajaran kepanitiaan di Istana Negara. Setelah selesai dipresentasikan, kini maket tersebut dipajang di lobi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

arsitektur maket sayembara ibu kota negara baru universitas multimedia nusantara umn universitas terbaik di jakarta

Dosen dan Mahasiswa Arsitektur UMN bersama karya maket mereka (dok.UMN)

“Menurut saya, ini jadi pengalaman berkesan untuk mahasiswa Arsitektur UMN yang ikut berpartisipasi. Dengan terjun langsung, mereka mengalami langsung membuat maket proyek sayembara berskala internasional. Yang tentu saja tekanan deadline dan tuntutan output-nya berbeda dengan maket di mata kuliah. Harapannya, dengan ini mereka jadi memiliki standar yang lebih tinggi untuk output tugas. Kemampuan berkomunikasi mereka juga diuji karena berkolaborasi dengan peserta dari berbagai negara. Semoga jadi pengalaman berharga,” tutup Rizki. (MC/CRA)

 

*by Melinda Chang – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id