
Sejauh Mana Batasan Antara Software Engineer, AI Engineer, dan Data Scientist?
Oktober 9, 2026
Cara Mempersiapkan Karier Keamanan Siber AI Sejak Masih Kuliah
Oktober 9, 2026
(Sumber:Unsplash/Igor Omilaev)
Tertarik bekerja di bidang artificial intelligence (AI), tetapi masih bingung harus mengambil jurusan apa saat kuliah? Kamu tidak sendirian. Ada banyak jalan menuju karier di bidang AI, dan masing-masing jurusan menawarkan bekal yang berbeda.
Karena itu, mencari jurusan kuliah yang cocok untuk masa depan karier di bidang AI tidak cukup hanya dengan melihat nama jurusannya. Kamu juga perlu tahu apa yang dipelajari dan jenis pekerjaan seperti apa yang ingin dikejar nantinya.
Ada yang lebih cocok untuk kamu yang ingin membuat model AI, ada yang kuat di pengolahan data, dan ada pula yang menggabungkan teknologi dengan kebutuhan bisnis. Yuk, lihat beberapa pilihannya.
Baca juga: Hobi Komputer? Simak Perbedaan Jurusan Sistem Informatika dan Teknik Informatika.
Rekomendasi Jurusan Kuliah untuk Kerja di Bidang Teknologi AI
1. Informatika
Informatika menjadi salah satu pilihan paling fleksibel jika kamu ingin masuk ke dunia AI sekaligus tetap memiliki fondasi teknologi yang luas.
Di jurusan ini, kamu biasanya akan mempelajari programming, algoritma, struktur data, database, software engineering, artificial intelligence, hingga machine learning. Bekal tersebut berguna karena bekerja dengan AI bukan hanya soal membuat model, tetapi juga bagaimana memasukkannya ke dalam aplikasi atau sistem yang benar-benar bisa digunakan.
Informatika cocok untuk kamu yang menikmati coding, logika, dan proses mencari solusi dari sebuah masalah.
2. Kecerdasan Artifisial atau Artificial Intelligence
Kalau sejak awal kamu memang ingin mendalami AI, jurusan Kecerdasan Artifisial bisa menjadi pilihan yang lebih spesifik.
Fokus pembelajarannya biasanya lebih dekat dengan machine learning, deep learning, natural language processing, computer vision, matematika, dan pengolahan data. Dibandingkan Informatika yang cakupannya lebih luas, jurusan AI cenderung membawa mahasiswa lebih cepat masuk ke teknologi yang menjadi inti sistem kecerdasan buatan.
Pilihan ini cocok untuk kamu yang sudah cukup yakin ingin berkarier sebagai AI engineer, machine learning engineer, atau bidang sejenis.
3. Data Science
AI membutuhkan data. Banyak sekali data.
Karena itu, Data Science juga punya hubungan yang sangat dekat dengan bidang ini. Kamu akan belajar bagaimana mengumpulkan, membersihkan, membaca, dan menganalisis data hingga menemukan pola yang berguna.
Kalau kamu suka bekerja dengan angka, statistik, dan mencari cerita di balik sekumpulan data, jurusan ini patut dipertimbangkan. Jalur kariernya bisa berkembang ke data scientist, data analyst, hingga machine learning specialist.
Baca juga: 7 Prospek Karir Lulusan Teknik Informatika Beserta Gajinya.
4. Sistem Informasi
Tidak semua pekerjaan di dunia AI mengharuskan kamu membuat algoritma dari nol. Ada juga kebutuhan besar untuk memahami bagaimana teknologi tersebut bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah bisnis.
Di sinilah Sistem Informasi punya peran yang menarik. Jurusan ini biasanya menggabungkan teknologi, pengelolaan sistem, dan bisnis. Kamu bisa mempelajari bagaimana sebuah perusahaan memilih, menerapkan, dan mengelola teknologi agar benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.
Bagi kamu yang tertarik dengan AI tetapi juga senang memikirkan sisi bisnis dan pengelolaan teknologi, jalur ini bisa terasa lebih pas.
5. Teknik Komputer
Bagaimana kalau ketertarikanmu bukan hanya pada software, tetapi juga perangkat keras?
Teknik Komputer bisa membawa kamu ke area seperti embedded systems, Internet of Things (IoT), robotika, hingga perangkat pintar yang menggunakan AI. Bayangkan robot yang mengenali objek atau perangkat yang dapat mengambil keputusan berdasarkan sensor. Di balik sistem seperti itu, software dan hardware harus bekerja bersama.
Jurusan ini cocok untuk kamu yang suka memahami komputer bukan hanya dari layar, tetapi juga dari perangkat di baliknya.
Informatika vs Jurusan Lain untuk Karier AI, Mana yang Lebih Baik?
Sebenarnya tidak ada satu jurusan yang otomatis paling baik untuk semua orang.
Kalau kamu ingin fondasi coding dan pengembangan software yang luas sambil tetap mempelajari AI, Informatika bisa menjadi pilihan yang kuat. Kalau ingin fokus mendalam pada model dan teknologi AI seperti machine learning, jurusan Kecerdasan Artifisial lebih spesifik. Sementara itu, Data Science cocok untuk kamu yang tertarik pada data, Sistem Informasi lebih dekat dengan penerapan teknologi dalam bisnis, dan Teknik Komputer membuka jalan menuju AI yang terhubung dengan hardware.
Jadi, daripada bertanya jurusan mana yang paling bagus, coba tanyakan: bagian mana dari AI yang paling membuat kamu penasaran?
Baca juga: Manfaatkan AI Sebagai Peluang dan Inovasi dalam Dunia Kerja, Bukan Sebagai Ancaman.
Pilih Jurusan yang Sesuai dengan Cara Kamu Ingin Bekerja
Karier di bidang AI tidak datang dari satu jalur saja. Orang yang membangun model AI, mengolah data, membuat aplikasi, mengintegrasikan teknologi ke perusahaan, hingga mengembangkan robot pintar membutuhkan keahlian yang berbeda.
Karena itu, saat memilih jurusan, jangan hanya melihat tren. Perhatikan mata kuliah, proyek yang bisa dikerjakan, kesempatan untuk mengembangkan portofolio, dan bidang yang memang membuatmu ingin belajar lebih jauh.
AI akan terus berkembang. Bekal yang paling berguna bukan sekadar mengetahui tools terbaru, tetapi memiliki fondasi yang membuat kamu mampu mengikuti perkembangan teknologi berikutnya.
By Levina Chrestella Theodora
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




