Seminar Innovation & Disruption bersama VIT-C 2018: Bersaing di Generasi Era Disrupsi

Seminar Innovation & Disruption bersama VIT-C 2018: Bersaing di Generasi Era Disrupsi

vit c kemahasiswaan umn universitas multimedia nusantara universitas terbaik di jakarta

Seminar ‘Innovation & Disruption’ bersama Founder WOW! Inc. Maurice Nagasa pada Selasa (6/11) di Lecture Hall UMN

TANGERANG – Seminar ‘Innovation & Disruption’ bersama Founder WOW! Inc. Maurice Nagasa membicarakan tentang persaingan di generasi era disrupsi, generasi baru yang tidak cukup berbuat lebih baik untuk berkembang.

“Kita harus lebih dari wow. Wow saja sudah luar biasa, kita harus lebih dari itu. Makanya strategi kita sudah berubah lagi,” kata Maurice pada seminar tersebut yang berlangsung di Lecture Hall New Media Tower Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada Selasa (6/11).

Era disrupsi merupakan evolusi teknologi yang menyasar sebuah celah kehidupan. Fenomena ini terkait perubahan aktivitas masyarakat yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya. Fenomena tersebut terjadi karena adanya digitalisasi, yang hampir merubah semua tatanan kehidupan.

Maurice mengatakan bahwa, kita harus merubah cara berfikir untuk siap menghadapi era disrupsi. Karena era disrupsi menciptakan sebuah budaya baru, dan perlu solusi baru pula untuk mengatasinya.

“Hari ini adalah besok, jadi berubah harus hari ini. Karena jika berubah besok kita akan tertinggal,” ujar Maurice.

Seminar yang merupakan rangkaian acara VIT-C 2018 ini juga memberikan cara untuk menghadapi era disrupsi menurut Maurice Nagasa. Pertama, persiapkan cara berfikir yang siap menghadapi era disrupsi, bukan takut; kedua, budaya yang berubah juga mempengaruhi aktivitas sehingga perlu penyesuaian.

Maurice juga mengatakan bahwa teknologi tidak bisa kita lepas, sehingga mempertahankan agar tidak gagap teknologi merupakan cara menghadapi era disrupsi.

“Training itu penting, cara bertahan di era disrupsi ini juga perlu untuk menambah ilmu terus. Sudah banyak sekarang online training yang mudah didapatkan,” lanjut Maurice untuk menekankan poin keempat.

Poin kelima yang Maurice katakan bahwa, memiliki kreatifitas merupakan hal penting. Karena kemampuan lain nantinya akan digantikan oleh robot, kita harus punya kemampuan yang berbeda agar tetap dibutuhkan.

“Cepat juga penting, karena kita dalam persaingan yang berat. Follow the world trend, jadilah trend watching,” ujar Maurice sebagai poin terakhir.

Kecepatan penting karena kita bersaing bersama generasi z. Generasi Z merupakan populasi terbesar nantinya, oleh sebab itu akan menghasilkan persaingan berat. (*/YC)

*By Ibnu Furqonulhaq – Universitas Multimedia Nusantara News Service

 

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id