Sekolah Pasar Modal UMN: Masa Depan Generasi Muda

Sekolah Pasar Modal UMN: Masa Depan Generasi Muda

Kelompok Studi Pasar Modal mahasiswa manajemen umn universitas multimedia nsuantara trading saham

Seminar Sekolah Pasar Modal Batch 2 dihadiri 50 peserta yang berasal dari Universitas Multimedia Nusantara dan Universitas lainnya.

 

TANGERANG – Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan Seminar Sekolah Pasar Modal Batch 2 pada Sabtu (2/3) di Lecture Hall UMN. Dalam seminar ini, KPSM menghadirkan pembicara dari Indonesia Stock Exchange dan Philip Sekuritas Indonesia.

Seminar Sekolah Pasar Modal Batch 2 berhasil menarik minat mahasiswa. Buktinya, peserta seminar gelombang dua melebihi jumlah yang ditargetkan oleh KSPM yaitu 50 orang.

Antusias peserta Sekolah Pasar Modal Batch 2 ini diapresiasi oleh Dekan Fakultas Bisnis, Budi Santoso pada saat memberikan kata sambutan untuk membuka Sekolah Pasar Modal Batch 2.

“Saya senang karna orang-orang yang hadir di sini adalah orang-orang yang ingin meningkatkan pemahamannya tentang pasar modal. Dan di sini, kita semua akan belajar bagaimana cara menanamkan investasi yang benar, cara menggunakan financial instrument, dan membuat portofolio yang baik,” ungkap Budi.

Budi juga menghimbau seluruh peserta seminar menerapkan ilmu yang didapat dari Sekolah Pasar Modal Batch 2 ini. “Mari kita start, jangan biarkan ilmunya hanya menjadi teori, harus ada action.”

Dalam Sekolah Pasar Modal ini, peserta akan diajarkan dari ilmu yang paling dasar, mulai dari mengapa kita harus melakukan investasi saham, hingga bagaimana cara menggunakan saham dengan benar.

Di Sekolah Pasar Modal Batch 1, peserta seminar dikenalkan dengan investasi. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai apa itu pasar modal, mengapa generasi muda harus berjalan ke sana, dan keuntungan-keuntungan yang didapatkan dari Pasar Modal. Setelah peserta seminar memahami basic dari Pasar Modal, di Sekolah Pasar Modal Batch 2 peserta akan diajarkan cara konkritnya.

“Setelah peserta tau bahwa pasar modal itu jual beli saham, caranya seperti apa itu akan dijelaskan di level dua ini, yang dijelasin sama pihak Sekuritas, atau biasa dibilang brokernya. Jadi perantara antara investor, kalau kita mau beli saham nggak bisa langsung ke perusahaannya. Kita harus lewat sekuritas-sekuritasnya,” ujar Jupriadi, Ketua KSPM UMN.

Menurut Jupriadi, materi yang disampaikan di Sekolah Pasar Modal ini sangatlah penting, karna tidak hanya terpakai dalam satu atau dua tahun, melainkan seumur hidup. Sebab, di dunia ini ada yang namanya inflasi.

“Kalau kita nggak ngapa-ngapain uang kita, uang seratus ribu di tahun sembilan puluh lima, sama uang seratus ribu sekarang itu value-nya beda. Dan untuk mengatasi inflasi itu, nggak bisa cuma menabung di bank,” ujarnya.

Jupriadi menambahkan, mindset masyarakat Indonesia masih salah. Menabung di bank dengan bunga 0,7% belum dipotong pajak dan biaya lain-lain justru membuat uang masyarakat Indonesia kurang. Dan hal itu tidak bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia perlu mengetahui cara mengelola aset keuangan yang tidak hanya bisa digunakan untuk sekarang tetapi juga masa yang akan datang. Banyak sekali tokoh-tokoh masyarakat yang sukses secara finansial karena investasi dari saham. Bahkan, ada supir taksi yang dapat hidup dari saham.

Hal ini serupa dengan apa yang disampaikan oleh Fadli, pembicara dari Bursa Efek Indonesia ketika membawakan materi.

“Banyak orang sudah negatif duluan sama pasar modal. Bahkan, ada yang bilang haram, padhal ada Undang-undangnya.”

Fadli mengungkapkan bahwa, investasi saham tidak akan berbahaya selama anda tahu bagaimana cara menggunakan uang anda dengan tepat. Masyarakat harus mengetahui strategi-strategi jitu dalam dunia pasar modal. Fadli memberikan tips, bahwa melakukan investasi jangan pada satu perusahaan saja, karena jika perusahaan tersebut jatuh, uang anda langsung menghilang.

Fadli juga menghimbau peserta Sekolah Pasar Modal untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang saham sebelum mengambil langkah yang berdampak besar pada kelancaran investasi keuangan pada suatu perusahaan.

*By Evelyn Saraswati Hutani – Universitas Multimedia Nusantara News Service

 

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id