Kompas Gramedia Next 50: Jangan Anti Pada Perubahan

Kompas Gramedia Next 50: Jangan Anti Pada Perubahan

CEO Kompas Gramedia memberikan sharing kepada mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Dalam Executive Sharing ini Lilik mengungkapkan perubahan dibutuhkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan

CEO Kompas Gramedia memberikan sharing kepada mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Dalam Executive Sharing ini Lilik mengungkapkan perubahan dibutuhkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

CEO Kompas Gramedia, Lilik Oetama memberikan insight kepada mahasiswa Fakultas Bisnis Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dalam Executive Sharing di Lecture Hall UMN, Jumat (24/3). Dalam Executive Sharing ini, Lilik menegaskan bahwa untuk tetap bisa survive, sebuah unit usaha tidak boleh anti terhadap perubahan, termasuk Kompas Gramedia Grup. Perubahan dibutuhkan agar Kompas Gramedia Grup bisa tetap jaya di masa 50 tahun mendatang.

Berubah atau kalah, itulah yang dikatakan oleh Lilik. Menurutnya perubahan itulah yang menjadi tantangan bagi setiap perusahaan. Tanpa perubahan, bisa dipastikan perusahaan tersebut akan kalah dalam persaingan.

Perubahan ini pun turut dilakukan oleh banyak perusahaan bisnis Kompas Gramedia Grup terutama dalam unit yang berporos pada media massa. Lilik memberikan contoh Harian Kompas.

“Bisa dilihat bahwa surat kabar belakangan ini sudah mulai menurun pembacanya. Oleh sebab itu Harian Kompas pun mulai melakukan banyak transformasi. Sejak tahun 1995, Kompas online yang sekarang kita kenal sebagai Kompas.com lahir. Lalu baru-baru ini Harian Kompas kembali melebarkan sayapnya dalam bentuk paid content di Kompas.id,” papar Lilik.

Tak hanya itu, perubahan ini pun diterapkan oleh Toko Buku Gramedia yang kini berubah menjadi Gramedia World. Perubahan yang dilakukan oleh Gramedia bisa dikatakan berhasil sebab di kala fenomena internasional memperlihatkan banyak toko buku di luar negeri berangsur-angsur gulung tikar, Gramedia justru setelah melakukan rebranding berhasil meningkatkan revenue serta menambah jumlah tokonya.

(Baca juga: Gramedia World: Transformasi Seiring Perkembangan Zaman)

Lilik tidak menampik bahwa setiap perusahaan pasti mengalami masa jaya dan masa surut, begitu pula Kompas. Yang terpenting, perusahaan terus melakukan perubahan untuk tetap relevan pada zaman dan bisa berkembang sebagai aset bangsa Indonesia.(*)

by: Grace Natali – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika | Sistem Informasi | Sistem Komputer | Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi | Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id

seven − seven =

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 5 =