Kamu Mahasiswa Kura-Kura atau Kupu-Kupu?

Kamu Mahasiswa Kura-Kura atau Kupu-Kupu?

organisasi UKM UMN universitas terbaik universitas di jakarta

Buat kalian yang sudah menjadi mahasiswa pasti tidak asing lagi dengan istilah mahasiswa kura-kura dan kupu-kupu. Tapi, untuk yang bukan mahasiswa atau calon mahasiswa, sudah tahukah istilah tersebut?

 

Kupu-Kupu merupakan singkatan dari Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang. Mahasiswa Kupu-Kupu adalah mahasiswa yang kegiatan di kampus hanya sebatas jam kuliah saja. Setelah jam perkuliahan selesai, mereka memilih untuk pulang.

 

Sedangkan Kura-Kura merupakan singkatan dari Kuliah-Rapat-Kuliah-Rapat. Ketika perkuliahan selesai, mahasiswa yang tergolong kategori ini sudah memiliki kegiatan lain, seperti rapat kepanitiaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), komunitas, organisasi, dan lainnya.

 

Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) harus memenuhi poin Sistem Kredit Kegiatan Mahasiswa (SKKM) sebagai syarat kelulusan. Poin SKKM ini didapatkan dengan cara mengikuti berbagai macam kegiatan yang ada di kampus. Poin SKKM dibagi menjadi beberapa macam, yaitu Ilmiah dan Penalaran, Bakat dan Minat, Organisasi dan Pengembangan Kepribadian, serta Pengabdian Masyarakat.

 

Salah satu mahasiswa program studi Jurnalistik angkatan 2016 Marsa Aulia berpendapat bahwa mahasiswa harusnya mengikuti kegiatan di luar jam perkuliahan supaya bisa berkembang.

 

“Menurutku, mahasiswa itu harusnya Kura-Kura. Karena kalau kita cuma Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang (Kupu-Kupu), kita sebagai mahasiswa nggak akan berkembang. Di kampus itu banyak kegiatan yang bermanfaat lho,” ungkap Marsa Aulia.

 

Marsa menambahkan, dengan mengikuti kegiatan di luar jam perkuliahan, mahasiswa bisa mendapatkan ilmu tambahan di luar dari ilmu akademik, seperti pengalaman kerja sama dalam tim, menambah teman, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Aktivis Alam Peduli Pesisir Pantai Pulau Panggang

Berbeda dengan Marsa, menurut salah satu mahasiswa program studi Film dan Televisi (FTV) angkatan 2016 Harry Sentosa, ada masanya mahasiswa menjadi Kura-Kura dan Kupu-Kupu. Menurutnya, kalau sudah semester atas lebih baik fokus ke tugas akhir, magang dan skripsi.

 

“Terkadang ada saatnya lebih baik jadi Kura-Kura. Terutama semester-semester awal supaya punya pengalaman. Tapi saat udah semester atas sebaiknya mulai fokus dengan Tugas Akhir (TA), skripsi atau magang. Kalau gue pribadi sih lebih suka Kura-Kura tapi kepanitiaan (yang diikuti) nggak kebanyakan,” jelas Harry.

 

Untuk mengembangkan soft skill mahasiswa, Universitas Multimedia Nusantara memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu bidang olahraga, seni dan budaya, serta ilmiah dan sosial. Di bidang Olahraga, terdapat UKM Taekwondo, Basket, Capoeira, dan lainnya. Di bidang Seni dan Budaya, terdapat UKM Obscura (fotografi), TRACCE (Traditional Dance), Qorie (pecinta budaya Korea), dan lainnya. Sedangkan di bidang Ilmiah dan Sosial, terdapat UKM Rencang, UESC (English club), Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), dan lainnya. Mahasiswa UMN dapat memilih UKM sesuai dengan bakat dan minat mereka.

pecinta alam mapala organisasi UKM UMN universitas terbaik universitas di jakarta

Aksi UKM MAPALA UMN Menanam Mangrove di Pulau Panggang

Salah satu mahasiswa yang bergabung dengan UKM MAPALA Asriyati, menyatakan dirinya memilih UKM MAPALA karena sudah tertarik dengan kegiatan alam sejak masih duduk di bangku SMK. “Bergabung di MAPALA adalah keinginan saya sejak SMK. Saya tertarik berkegiatan di alam, terutama latihan fisiknya,” kata Asriyati.

 

Sementara itu, Harry yang merupakan anggota pecinta budaya Korea, Qorie menyatakan bergabung di UKM Qorie untuk mengekspresikan diri dan melepas penat setelah jam perkuliahan. “Qorie bisa jadi salah satu sarana buat gue salurin hobi dan cita-cita gue, seperti nyanyi dan dance,” ucap Harry.

 

Selain untuk memenuhi poin SKKM dan menjadi wadah ekspresi, ternyata aktif dalam kegiatan kampus juga memberikan keuntungan saat kita ingin mencari kerja setelah lulus kuliah. Dikutip dari Beritagar.id, mahasiswa yang aktif berorganisasi biasanya memiliki Curriculum Vitae (CV) yang menarik. Selain itu, mahasiswa yang aktif juga lebih percaya diri karena sudah biasa mengemukakan pendapat saat rapat. Koneksi yang didapatkan selama masa kuliah juga dapat membantu saat mencari kerja. Pengalaman bekerja dalam tim selama masa kuliah dapat membangun mental mahasiswa untuk siap kerja.

 

Jadi, kamu termasuk yang mana? (*/CRA)

 

*by Alya Dwi Achyarini – Universitas Multimedia Nusantara News Service

 

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id