Universitas Multimedia Nusantara Green Building

Universitas Multimedia Nusantara adalah sebuah universitas yang berdiri pada tahun 2006 dengan kampus definitif yang berada di daerah Kelapa Dua Summarecon SerpongKabupaten Tangerang.

Universitas ini diresmikan pendiriannya pada tanggal 20 November 2006. Fokus pendidikannya adalah dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Universitas ini didirikan oleh Kelompok Kompas Gramedia[1], sebuah kelompok usaha terkemuka yang bergerak di bidang media massa, penerbitan, percetakan, toko buku, hotel, dan jasa pendidikan. Sebagai pendiri, Kompas Gramedia mendukung UMN tidak saja dalam hal penyediaan sarana fisik tetapi juga tenaga pengajar dan sarana kerja magang bagi mahasiswanya.

Berita Energy Saving Building

Education - Energy Saving Building

E1

Kegiatan Mahasiswa yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup

Edu3Pembersihan pantai di Pulau Rambut ( Kepulauan Seribu)

Energy - Energy Saving Building

energy1

Energy (Gedung Rektorat + Gedung Perkuliahan)

energy1

UMN menggunakan 2 genset gas sebagai pembangkit listrik dengan daya total 1,000KW (1 MW). 2 pembangkit ini digunakan untuk mensupply listrik di gedung A dan B, dengan luas total gedung 17,500 m2. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kemandirian energi, dimana tidak bergantung pada listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara)

energy7

Energy (New Media Tower)

Infrastructure - Energy Saving Building

energy7

Infrastruktur Universitas Multimedia Nusantara

thumb_tracer-study-cdc-umn-universitas-multimedia-nusantara-hibah-kemenristekdikti

Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN), terletak di Jl. Boulevard Gading Serpong, Scientia Garden, Tangerang, Banten, Indonesia.

UMN memiliki lahan 80,000 m2. UMN merupakan bagian dari Kompas Gramedia Group.

UMN saat ini memiliki 4 gedung. Gedung A memiliki jumlah lantai 8, yang seluruh lantainya dipergunakan sebagai gedung Rektorat serta kantor prodi dan departement yang ada di UMN. Gedung B memiliki 5 lantai, yang dipergunakan sebagai perpustakaan, ruang kelas, serta laboratorium. Gedung C memiliki 12 lantai dan 1 basement, dipergunakan sebagai ruang kelas, basement dipergunakan sebagai gedung parkir kendaraan roda 2, lantai 12 dipergunakan sebagai gedung “Business Incubator”. Gedung D dengan total lantai 19 dan 1 basement, namun baru lantai 1 – 5 yang dipergunakan sebagai ruang kelas dan laboratorium, basement dipergunakan sebagai tempat parkir mobil, serta lantai 19 dipergunakan sebagai sarana berolah raga.

Waste - Energy Saving Building

w1

Waste untuk Green Campus

 

Air Buangan (sampah cair)

w1

Air buangan di gedung UMN diproses menggunakan Sewage Treatment Plant (STP) using bakteri aerobic. Bakteri berfungsi sebagai penghancur utama kotaran dan menguraikannya. Kapasitas STP di UMN adalah 450 m3/hari. Setelah air diproses di STP, air kemudian diproses di water treatment palnt (WTP), dimana air diproses menggunakan sand filter dan carbon filter. Air recycle ini digunakan kembali untuk menyiram tanaman, flushing toilet, dan sebagai air pengisian pada make up cooling tower dalam sistem pendingin ruangan.


 

Sampah padat

w2 copy

Di UMN, sampah dipisahkan mulai dari pembuangan awal, yaitu tempat sampah dibagi menjadi 3 bagian yaitu : sampah organik, sampah anorganik, serta sampah B3. Setiap hari sampah-sampah tersebut dikumpulkan oleh petugas, dimana sampah organik diolah menjadi kompos di pengolahan kompos, sampah anorganik dipilah kembali sesauai jenisnya, dan sampah B3 dikumpulkan tersendiri, dan kemudian pengolahannya diserahkan kepada pihak ketiga.

Water - Energy Saving Building

w1

Water Universitas Multimedia Nusantara

Water Treatment Plan (WTP)

T1

Setelah diolah di STP, air kemudian diolah di water treatment plan (WTP). Di WTP, air diolah melalui sand filter dan carbon filter, lalu air disimpan di dalam water groud tank (GWT), dan siap digunakan kembali untuk menyiram tanaman, flushing toilet, dan air pengisian dalam cooling tower.


Konservasi Air

 

T2

Di sekitar gedung New Media Tower UMN, terdapat 32 titik sumur resapan dengan ukuran 1.5 x 3 meter, dimana air hujan yang mengenai gedung ditangkap dan dialirkan ke dalam 32 sumur resapan tersebut untuk dikembalikan lagi ke tanah.