Dosen FIKOM UMN Menjadi Lulusan Doktor Termuda Dari Universitas Indonesia

Dosen FIKOM UMN Menjadi Lulusan Doktor Termuda Dari Universitas Indonesia

Fakultas Ilmu Komunikasi UMN kembali memperoleh doktor baru. Mochammad Kresna Noer Pratama, dikukuhkan menjadi doktor di bidang ilmu komunikasi program doktoral Universitas Indonesia, Senin (21/11). Ia sekaligus menyandang predikat sebagai doktor termuda dari 97 lulusan doktoral Universitas Indonesia, yaitu dengan menyelesaikan S3 di usia 28 tahun.

Con_kresna

Mochammad Kresna Noer Pratama (ketujuh dari kanan) dosen FIKOM UMN yang memperoleh predikat doktor termuda dari Universitas Indonesia

Menyelesaikan program doktoral di usia muda merupakan suatu tantangan sekaligus cita-cita tersendiri bagi Kresna. Setahun setelah mendapatkan gelar master dari Universitas Indonesia di tahun 2012, Kresna memulai kembali pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi di usia 25 tahun. “Awalnya sempat mengira bahwa S3 itu tidak jauh berbeda dengan S2. Tapi ternyata lebih sulit,” ungkapnya. Akan tetapi, dengan kesiapan mental, kerja keras serta manajemen waktu yang baik, Kresna pun dapat menyelesaikan proses belajar mengajar serta disertasinya dengan cepat, yakni dalam kurun waktu tiga tahun.

Untuk disertasinya sendiri, Kresna mengangkat topik mengenai faktor-faktor yang menyebabkan orang bermain video game. Topik tersebut dipilihnya karena ia melihat adanya celah penelitian. Jika topik mengenai media-media konvensional seperti buku, televisi maupun musik, sudah banyak diambil oleh penelitian sebelumnya, Ia masuk ke ranah media interaktif yang merupakan ranah baru dan masih berkembang. “Media baru ini memproduksi konten sesuai dengan kemauan pengkonsumsi media sehingga efeknya dapat dieksplor lebih dalam,” tuturnya.

Dari hasil risetnya, ada beberapa orang yang masih menganggap video game itu berdampak buruk, tapi juga ada pihak yang bias menggunakannya untuk edukasi atau pengobatan terapi anak-anak yang mengidap autisme. Bahkan, di Swedia pun video game telah masuk ke dalam kurikulum pembelajaran. Berdasarkan fenomena tersebut, Kresna menggali lebih dalam lagi motif seseorang bermain video game, termasuk untuk tujuan yang positif.

Dengan selesainya disertasi selama setahun, Ia pun resmi menyandang gelar doktor termuda dan lulus dengan predikat cumlaude pada pertengahan November lalu. Pengukuhannya tersebut sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMN, tempat di mana Kresna mengajar saat ini sebagai dosen untuk peminatan Public Relations.

Selain mengembangkan sisi akademis, Kresna juga ingin memperkaya pengetahuan dari sisi praktis. Pengalaman terdahulunya sebagai PR di beberapa perusahaan menjadi bekal sekaligus motivasi dalam mengajarkan hal-hal praktis kepada mahasiswa. “Tidak semua mahasiswa ingin melanjutkan akademis, ada yang mau langsung terjun ke dunia profesional. Maka saya juga perlu mengembangkan diri, sehingga nantinya mahasiswa bisa lulus tak hanya kuat di teori tapi juga pengalaman praktis,” jelasnya. (*)

by Debora Thea – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika | Sistem Informasi | Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi | Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia

eighteen − two =

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 4 =