Be Aware Be Happy V2.0: Membahas Kesehatan Mental Bersama Into the Light

Be Aware Be Happy V2.0: Membahas Kesehatan Mental Bersama Into the Light

Universitas Multimedia Nusantara umn universitas terbaik di jakarta

Penyampaian materi oleh Benny Prawira Siaw selaku pembicara dari Into the Light pada seminar Jumat (12/4) di Lecture Theatre Universitas Multimedia Nusantara (Dok. UMN)

 

Tangerang – Be Aware Be Happy v2.0 adalah seminar yang diselenggarakan oleh Student Support Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan Into the Light dalam rangka mengajak mahasiswa untuk aware akan kesehatan mental. Acara ini diadakan di Lecture Theatre PK Ojong – Jakob Oetama Tower UMN pada Jumat (12/04).

Founder and Head Coordinator Into The Light Indonesia, Benny Prawira Siauw, merupakan pembicara dalam seminar ini. Seminar ini bertujuan agar mahasiswa dapat memahami masalah kesehatan jiwa, kemudian mahasiswa juga bisa mengidentifikasi stress dan efeknya dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana seharusnya kita mencari pertolongan kesehatan jiwa apabila dibutuhkan.

Dalam seminar ini Benny mengatakan bahwa kesehatan mental itu penting untuk dibahas sejak dini. “Masalah kesehatan jiwa sudah seharusnya dibicarakan sejak dini,” ujar Benny.

Seminar ini diawali dengan penjelasan tentang bagaimana ciri – ciri jiwa yang sehat, kemudian mahasiswa juga diberi pemaparan tentang bagaimana menghadapi seseorang yang datang untuk mengeluhkan permasalahan yang sedang dihadapi, dan mahasiswa juga diberi penjelasan tentang stress yang jika berlebihan dapat membuat seseorang kelelahan dan bisa memberi efek negatif dalam kehidupannya.

Benny juga menjelaskan kepada mahasiswa tentang mental health issue seperti anxiety yang merupakan stress secara berlebihan yang mengakibatkan datangnya rasa cemas dan bisa berdampak kepada hal lain dalam kehidupan seseorang, lalu ada PTSD yang terjadi karena seseorang pernah mengalami kecelakaan, pelecehan seksual, dan bencana, kemudian Body Pysmorphic Disorder atau ketidakpuasan terhadap tubuh sendiri, anorexia, depresi, dan psychosis atau schizophernia.

Tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pembicara, mahasiswa juga diajak untuk merefleksikan tentang masalah yang pernah dihadapi dan bagaimana mencari jalan keluarnya dalam sesi help seeking experience. Kemudian Benny juga menjelaskan tentang stress management table dan mood chart yang berguna mencatat atau merekam mood seseorang dalam per harinya.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan pesan dari Benny untuk mahasiswa yang menghadiri seminar ini. “Kita harus terus aware, tapi jangan lupa juga untuk tetap happy. Kalau sedang ada masalah atau ada sesuatu yang nggak beres, please seek help,” tutup Benny. (*/YC)

 

*by Aulia Fitria – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id